Berita

PBNU Sayangkan Puisi Neno Warisman di Munajat 212

Oleh Ahmad Syaikh pada hari Sabtu, 23 Feb 2019 - 13:44:55 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1550904295.jpg

Neno Warisman (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Ketua PBNU, Robikin Emas menyayangkan puisi yang dibacakan Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Neno Warisman pada malam Munajat 212, Kamis 21 Februari lalu.

Pasalnya, puisi Neno tersebut dianggap Robikin malah mengandaikan Pemilu 2019 ini dengan sebuah peperangan.

“Mengandaikan pilpres sebagai perang adalah kekeliruan. Pilpres hanya kontestasi lima tahunan," kata Robikin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (23/2/2019).

Apalagi, Robikin mengatakan, capres-cawapres peserta Pilpres 2019, Jokowi-KH Ma"ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga, seluruhnya beragama Islam.

“Sengaja atau tidak sengaja Neno mencoba membawa orang pada peristiwa Perang Badar pada awal sejarah Islam,” jelasnya.

Parahnya lagi, Neno mengancam Tuhan dalam puisinya, jika pemimpin yang diusungnya kalah maka tidak akan ada lagi yang akan menyembah Tuhan.

Oleh karena itu, Robikin mempertanyakan apa dasar kekhawatiran Neno tersebut, sampai Tuhan tidak akan ada yang menyembah lagi kalau capres-cawapres yang didukung kalah.

“Apa capres-cawapres yang tidak didukung tidak menyembah Tuhan? Allah SWT," pungkas Robikin (ahm).

Berikut isi puisi Neno Warismna saat Munajat 212:

Allahu Akbar

Puisi munajat kuhantarkan padamu wahai berjuta-juta hati yang ada di sini

Engkau semua bersaudara dan kita bersaudara tersambung, terekat, tergabung bagai kalung lentera di semesta

Sorot-sorot mata kalian bersinar, wahai saudara

Mencabik-cabik keraguan

Meluluhlantakkan kesombongan

Karena mata-mata kalian nan jernih mengabarkan pesan kemenangan yang dirindukan, insyaallah, pasti datang

Allahku Akbar

Kemenangan kalbu yang bersih

Kemenangan akal sehat yang jernih

Kemenangan gerakan-gerakan yang berkiprah tanpa pamrih

Dari dada ini telah bulat tekad baja

Kita adalah penolong-penolong agama Allah

Jangan halangi

Jangan sanggah

Jangan politisasi

Sebab ini adalah hati nurani

Dari mulut-mulut kita telah terlantun salawat, zikir, dan doa bergulir

Mengalir searah putaran bintang-bintang bertriliun banyaknya

Tersatukan dalam munajat 212

Miliaran matahari itu saudaraku

Merekatkan diri menjadi gumpalan kabut cahaya raksasa di semesta

Bukti kebesaran Allah Azza Wa Jalla

Begitulah kita saudaraku

Harusnya kita saling merekat

Wahai para pejuang fisabilillah di dalamnya

Ayo munajat

Ayo rekatkan umat

Jadikan barisanmu kuat dan saling rekat

Rekatkan Indonesiamu

Rekatkan jiwa-jiwamu

Rekatkan langkah dan tindakanmu

Ya Allah

Berjuta tangan para pejuang agamamu ini mengepalkan tinju mereka

Berseru-seru mereka

Menderu-deru mereka

Di setiap jengkal udara hingga terlahir takbir kemenangan

Kemenangan di ujung lelah menggema takbir bersahut-sahutan

Berjuta sajadah akan kita hamparkan sebentar lagi, kawan

Berjuta kepala menangis bersujud bersyukur

Basah air mata dalam bahagia kemenangan sebentar lagi tiba

Allahumma inni a"uzubika min jahdil bala"i wa darkisy syaqa"i wa su"il qada"i wa syamatatil a"da"i

Jauhkan kami dari bala musibah yang tak dapat kami atasi

Lindungkan kami dari kegembiraan orang-orang yang membenci kami

Rekatkan jiwa-jiwa patriot kami dalam keikhlasan

Di nadi-nadi kami

Di jantung-jantung kami

Di pundak-pundak kami

Di jari-jari kami

Yang telah memilih untuk hanya selalu berdua

Kita dan Allah Azza Wa Jalla

Selalu berdua

Kita dan Rasulullah kekasih semesta

Selalu berdua

Kita dan saudara mukmin saling menjaga

Selalu berdua

Kita dan pemimpin yang membela hak-hak umat seutuhnya

Duhai Allah Rabb

Jangan kau jadikan hati kami bagai si penakut pengecut

Sebab kami terlahir di tanah para pahlawan pemberani

Yang rela mengorbankan jiwa raga harta dan segalanya

Jangan jadikan hati kami lalai dan gentar

Karena kami lahir dan besar dibimbing para ulama kami yang sabar

Menetap jantung-jantung kami untuk menjadi pendekar

Yang berani berpihak pada yang benar

Duhai Allah

Jangan kau jadikan hati kami dari tertutup

Dari cahaya terang kebenaran yang menyala di malam-malam munajat

Saat Engkau turun ke jagat dunia

Telah Engkau bersaksikan

Kami tegak berdiri, ya Allah

Kami meminta menangis hingga basah sekujur diri kepada-Mu

Seluruh harapan kami dambakan

Akan Kau tolong atau Engkau binasakan

Akan Kau menangkan atau Engkau lantakkan

Itu hak-Mu

Namun kami mohon jangan serahkan kami pada mereka

Yang tak memiliki kasih sayang pada kami dan anak cucu kami

Dan jangan, jangan Engkau tinggalkan kami dan menangkan kami

Karena jika Engkau tidak menangkan

Kami khawatir ya Allah

Kami khawatir ya Allah

Tak ada lagi yang menyembah-Mu

Ya Allah

Izinkan kami memiliki generasi yang dipimpin

Oleh pemimpin terbaik

Dengan pasukan terbaik

Untuk negeri adil dan makmur terbaik

Takdirkanlah bagi kami

Generasi yang dapat kami andalkan

Untuk mengejar nubuwwah kedua

Wujud dan nyata

Dan lahirnya sejuta Al Fatih di Bumi Indonesia

Allah Rabb

Puisi munajat ini kubaca bersama saudara-saudaraku

Mujahid mujahidah yang datang berbondong-bondong dari segala arah

Maka inilah puisi munajat

Mengetuk-ngetuk pintu langit-Mu

Bersimpuh di pelataran keprihatinan

Atas ketidakadilan

Atas kesewenang-wenangan

Atas kebohongan demi kebohongan

Atas ketakutan dan ancaman yang ditebar-tebarkan

Atas kepongahan dalam kezaliman yang dipamer-pamerkan

Dalam pertunjukan kekuasaan

Yang mengkerdilkan Tuhan

Yang menantang kuasa Tuhan

Yang tidak percaya bahwa Tuhan pembalas sempurna

Ya Rabb

Engkaulah yang memiliki kekuasaan mutlak di seluruh jagat ini

Allah

Ini puisi munajat

Yang mengetuk-ngetuk pintu langit-Mu

Turunkanlah malaikat berbaris-baris

Burung-burung Ababil

Dan semut-semut pemadam api Ibrahim

Munajat penuh harap

Kau turunkan pertolongan yang dijanjikan

Bagi yang terdera

Bagi pemimpin yang terfitnah

Bagi ulama yang dipenjara

Bagi pejuang yang terus dihadang-hadang

Bagi pembela keadilan yang digelandang ke bilik-bilik pesakitan

Allahumma sholli "ala Sayyidina Muhammad

Wa asyghilidz dzolimin bidz dzolimin

Wa akhrijna min baynihim saalimin

Wa "ala alihi wa shohbihi ajma"in

Untuk hari depan yang lebih baik

Untuk kepemimpinan yang berpihak pada rakyat bersama-Mu, bersama rasul-Mu

Dalam ketinggian titah-Mu, kami bermunajat

Keluarkan kami dari gelap

Keluarkan kami dari gelap

Keluarkan kami dari gelap

Amin Allahumma Amin ya rabbal alamin

Wasalamualaikum

Allahu Akbar

Allahu Akbar

Allahu Akbar

tag: #aksi-212  

Bagikan Berita ini :