Jakarta

Visioning Lurah dan Camat

Anies Bicara Pentingnya Kesamaan Persepsi Jalankan Visi-misi Pemprov DKI

Oleh Bara Ilyasa pada hari Selasa, 05 Mar 2019 - 23:33:27 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1551803607.jpg

Gubernur DKI Anies Baswedan saat melantik 1.125 pejabat DKI mulai eselon II, III hingga IV di lapangan Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (25/2/2019) sore. (Sumber foto : TeropongSenayan.dok)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan arahan dalam kegiatan Visioning bagi Camat dan Lurah di lingkungan Pemerintah Provinisi DKI Jakarta. 

Kegiatan Visioning Tahap Pertama kali ini diikuti oleh sekitar 317 peserta yang terdiri dari para Lurah, Camat, juga Walikota, yang berlangsung di Balai Agung, Balaikota Jakarta, Selasa (5/3/2019). 

Anies mengapresiasi para Camat dan Lurah yang telah menjalankan tugas sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat di Ibu Kota Jakarta. Dia berharap, adanya kegiatan Visioning ini dapat meningkatkan kompetensi Camat dan Lurah terutama dalam hal kerja sama dan kolaborasi, negosiasi dan mediasi, serta orientasi pencapaian target. 

Dengan begitu, menurut Anies, dapat menyamakan persepsi terhadap visi dan misi Pemprov DKI Jakarta.

“Selamat datang kembali (para Lurah dan Camat) di Balaikota, terutama yang baru dilantik. Kenapa kita (lakukan) Visioning? (Karena) kita ingin sama-sama memiliki arah dan tujuan yang sama. Hari ini kita memulai proses penyamaan/penyelarasan visi dan misi dengan seluruh jajaran. Ada 44 Camat dan 267 Lurah yang mengikuti proses Visioning ini. Prosesnya ada tahapannya. Tahap pertama adalah sesi lengkap seperti ini, diikuti semua Lurah, Camat, (Walikota) dan seluruh Pejabat Eselon II,” ucap Anies. 

Lebih lanjut, Anies berharap, dengan ada Visioning bagi para Lurah dan Camat ini dapat menguatkan pemahaman tentang fungsi serta tugas kewilayahan Camat dan Lurah; menyelaraskan antara visi dan misi dengan tugas dan tanggung jawab agar tidak ada hambatan dalam pelaksanaan tugas; meenyelaraskan unsur-unsur internal, eksternal, vertikal, horizontal, maupun nilai-nilai yang harus diyakini bersama; serta adanya komitmen untuk mencapai visi dan misinya yang telah ditetapkan. 

“Kita ingin agar para Camat dan Lurah bekerja sama secara vertikal dengan Walikota dan Kantor Balaikota, juga horizontal dengan wilayah-wilayah yang lain. (Para Lurah dan Camat) sudah lebih tahu dan berpengalaman di kota ini, (yang) membawa pengalaman dan pengetahuan, dan saya bawa mandat dari rakyat. (Mari) kita sama-sama belajar. (Visioning) ini penting supaya seluruh organisasi bekerja dengan arah yang sama, dan dengan pendekatan yang selaras, sehingga sebagai sebuah institusi Pemprov DKI seragam,” terang Anies. 

Di samping itu, Anies menyampaikan, di dalam kegiatan Visioning akan ada pelatihan bagi para Lurah dan Camat. Terdapat 6 (enam) komponen materi pelatihan/pembelajaran, yaitu komunikasi efektif dan kolaborasi; change management; creative problem solving dan decision making; leardership; negosiasi dan mediasi; serta penguatan integritas pelayanan. 

“Enam komponen ini yang akan ditumbuhkan melalui pelatihan ini. Mereka datang bukan semata-mata mendengarkan dan menyerap. Mereka berbagi, karena mereka para pemimpin-pemimpin (yang) punya pengalaman. Pertemuan belajar bersama, berbagi pengalaman dan pengetahuan. Sehingga, enam aspek ini akan bisa tumbuh secara sistematik dan sistemik. Harapannya, nanti pengetahuan dan pengalaman yang sudah mereka miliki di dalam enam aspek ini akan terstruktur, jadi bisa mereka praktikkan dalam keseharian,” pungkas Anies. 

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi DKI Jakarta Budihastuti memaparkan, latar belakang diselenggarakannya Visioning bagi Lurah dan Camat di Provinsi DKI Jakarta, yaitu sebagai berikut: 
1. Dilaksanakan Visioning ini karena Visi dan Misi Pemprov DKI Jakarta, RPJMD, dan Kegiatan Strategis Daerah perlu menjadi faktor yang mendasar untuk diperhatikan. 
2. Peran Camat dan Lurah sebagai pemimpin kolaboratif yang akan memberikan layanan terdepan kepada masyarakat. 
3. Terdapat 44 Kecamatan dan 267 Kelurahan di mana masing-masing memiliki kekhususan, ada kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan yang berbeda. 
4. Terdapat 60 Kegiatan Strategis Daerah yang merupakan prioritas program Gubernur, di mana sembilan kegiatan di antaranya berada di Kecamatan dan Kelurahan. 
5. Camat dan Lurah merupakan ujung tombak pelayanan masyarakat, di mana terdapat 90 orang Lurah baru dan 45 Lurah baru dirotasikan, dan ada 132 Lurah masih berada di posisinya masing-masing. 

Budihastuti turut melaporkan, Visioning ini diikuti oleh 317 orang perserta yang terdiri dari 44 Camat, 267 Lurah, dan 6 Walikota. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut: 
1. Kota Administrasi Jakarta Timur : 76 orang 
2. Kota Administrasi Jakarta Selatan : 76 orang
3. Kota Administrasi Jakarta Barat : 65 orang
4. Kota Administrasi Jakarta Pusat : 54 orang 
5. Kota Administrasi Jakarta dan Kabupaten Kepulauan Seribu : 46 orang 

Perlu diketahui, sesudah tahap ini, ada kegiatan pelatihan/pembelajaran sebanyak 6 (enam) sesi/tahap yang akan diselesaikan selama bulan Maret 2019 dengan menggunakan tempat-tempat diklat yang ada di Jakarta selama 2 (dua) hari 1 (satu) malam. Pada kegiatan Visioning tahap selanjutnya, terjadwal kepada Lurah dan Camat untuk melakukan satu kegiatan pelatihan/pembelajaran pelayanan bersama yang akan dibagi menjadi 5 (lima) kelompok, yaitu: 
- Kelompok 1 : wilayah rawan banjir 
- Kelompok 2 : wilayah rawan kebakaran
- Kelompok 3 : wilayah rawan tawuran 
- Kelompok 4 : wilayah rawan PKM
- Kelompok 5 : wilayah rawan sampah. (Alf)

tag: #anies-baswedan  #pemprov-dki  #dki-jakarta  

Bagikan Berita ini :