Berita

Kaum Millenial Ditantang Majukan Dunia Pertanian

Oleh Ferdiansyah pada hari Selasa, 05 Mar 2019 - 23:51:38 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1551804698.jpg

Dialog Milenial ke 9 bertema; 'Strategi Menjadi Petani Muda Sukses di Era Ekonomi Digital' di Auditorium Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), 4 Maret 2019. (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Dunia pertanian di Indonesia saat ini membutuhkan tenaga anak-anak muda untuk membangun dan mengembangkan pertanian yang potensinya masih begitu luas. 

Pasalnya, saat ini menurunnya minat pemuda dalam menggeluti sektor pertanian menjadi keresahan banyak pihak.

Hal ini mencuat di acara Dialog Milenial ke 9 bertema; "Strategi Menjadi Petani Muda Sukses di Era Ekonomi Digital" di Auditorium Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), 4 Maret 2019, hasil kerjasama Pemuda Tani Indonesia, Badan Eksekutif Mahsiswa (BEM) Fakultas Pertanian UMJ dan Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI).

Kegiatan Dialog Milenial ini sebelumnya juga dilaksanakan dari Kampus ke Kampus dan dari desa ke desa di seluruh Indonesia.

Hasbi Abdullah selaku Sekretaris Jenderal ISMPI menegaskan, generasi muda atau kaum milenial harus mulai memiliki keinginan kembali ke daerah/desa asal kelahiran untuk memanfaatkan sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) sebaik-baiknya agar tidak disalahgunakan oleh orang yang tidak berkepentingan.

Senada dengan Hasbi, Amdani, perwakilan Bank Indonesia (BI), yang fokus dalam pengembangan UMKM juga mendorong generasi muda dan menjawab permodalan yang menjadi keresahan utama generasi milenial dalam memulai usaha. 

Suroyo selaku Ketua Harian Pemuda Tani Indonesia berharap dengan adanya kegiatan Dialog Milenial ini dapat melahirkan entrepreunership muda di sektor pertanian baik dari hulu hingga hilir dan mendorong regenerasi petani.

Diketahui, dalam dialog Milenial ini menghadirkan pemateri dari berbagai latarbelakang yang berbeda, adapun pemateri Dialog Milenial diantaranya adalah Founder Agrisocio, Alfi Irvan yang bermitra dengan petani untuk mengekspor berbagai bahan pangan seperti buah, sayuran dan produk minuman sehat ke Asia dan Eropa juga kebutuhan Perusahaan Komersil di Indonesia.

Hadir juga Supardi, seorang pengusaha pertanian terpadu yang memiliki peternakan domba unggulan di bogor dengan memulai usaha dari menyisihkan pendapatan dari beasiswa yang diperoleh saat menempuh pendidikan di jepang untuk usaha keripik singkong sejak 2010 dan sudah memiliki omset ratusan juta dalam kurun waktu 9 tahun. 

Tidak kalah menarik, Founder Teh Sila Iriana juga turut menjadi pembicara pada Dialog Milenial tersebut sebagai Perwakilan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang sedang mempromosikan pentingnya untuk mengkonsumsi teh yang lebih sehat dalam great yang sama seperti kualitas Teh Impor yang merupakan hasil produksi petani dalam negeri bukan Teh Impor seperti kebanyakan teh dalam kemasan yang masyarakat konsumsi saat ini. (Alf)

tag: #kementerian-pertanian  

Bagikan Berita ini :