Berita

BPN Pertanyakan Standar Tol Madiun yang Kebanjiran

Oleh Mandra Pradipta pada hari Senin, 11 Mar 2019 - 11:08:27 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1552277307.jpeg

Ruas tol kebanjiran (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Suhendra Ratu Prawiranegara mengaku heran dengan kubu petahana yang menyebut bahwa banjir yang menggenangi tol Madiun akibat faktor cuaca.

Menurut Suhendra, yang harus dipertanyakan terkait kondisi ini adalah apakah rancang-bangun atas jalan tol tersebut sudah memenuhi semua aspek. 

"Ini apakah sudah semua aspek terpenuhi? Khususnya aspek teknis atas ruas tol tersebut apakah sudah sesuai dengan Norma, Standar, Pedoman dan Manual (NSPM) untuk sebuah bangunan (konstruksi) jalan tol?" kata Suhendra di Jakarta, Senin (11/3/2019).

"Jadi sangat keliru dan lebih sesat lagi pemikiran para pihak yang mengaitkan analisis kami dengan mencari pembenaran faktor alam akibat curah hujan tinggi dan jebolnya sungai dekat jalan tol tersebut," tambahnya. 

Dia menjelaskan, salah satu standar dan ketentuan jalan tol tidak boleh ada genangan air berlebih (banjir), karena begitulah ketentuan bagi jalan tol (highway) di negara manapun. Karena dari sisi keselamatan akan membahayakan bagi pengguna jalan tol. 

"Karena jalan tol berbeda dengan jalan umum biasa. Ada NSPM dan SPM (Standar Pelayanan Minimal) yang harus dipenuhi," katanya. 

Jadi menurutnya, jika banjir di Madiun adalah fenomena alam yang memang di luar kuasa siapapun. Prihatin dan maklum atas kejadian ini. 

Namun, antara banjir jalan tol, yang dari sisi teknis tidak diperbolehkan lantas kemudian dikaitkan dengan fenomena banjir karena faktor alam hal ini adalah dua hal yang berbeda perspektif dan logiknya.

"Jadi kritik saya buat pengkritik yang mengatakan kami sesat berpikir, sebaiknya kembali jernihkan pikiran dan hati sebelum komentar. Hingga tidak terkesan ngawur dan asbun, menuduh orang lain sesat pikir," terangnya. 

Terakhir, mantan Staf Khusus Menteri PU dan Menteri PUPR meminta pemerintah menjelaskan secara terbuka kepada masyarakat seluruh aspek teknis maupun non teknis mengenai peristiwa ini.

"Bukan malah menyalahkan pendapat analisis berpikir orang lain," imbuhnya. (ahm)

tag: #proyek-infrastruktur  

Bagikan Berita ini :