Bisnis

Pendapatan Bertambah, PT Timah Siap Rentangkan Sayap

Oleh Ahmad Syaikh pada hari Selasa, 12 Mar 2019 - 11:07:49 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1552363669.jpg

PT Timah (Sumber foto : Istimewa)

PANGKALPINANG (TEROPONGSENAYAN) -- PT Timah Tbk mencatat pendapatan usaha perseroan selama 2018 sebesar Rp11.050 miliar atau naik 19,88 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan pendapatantersebut disokong oleh kontribusi logam timah sebesar 91,88 persen, lalu produk hilir (tin chemical) sebesar 3,87 persen, dan rumah sakit sebesar 2,19 persen.

"Kami akan mengembangkan bisnis lainnya di luar industri timah, misalnya nikel yang mulai memberikan kontribusinya sebagai sumber pendapatan,” kata Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk, Amin Haris Sugiarto di Pangkalpinang, Selasa (12/3/2019).

Menurut Amin, berdasarkan hasil laporan keuangan konsolidasian sampai akhir 2018 tercatat kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 21,85 persen atau menjadi Rp9.372 miliar.

"Penurunan harga bahan bakar jelang akhir tahun lalu merupakan angin segar yang akan berdampak positif terhadap profitabilitas perseroan," tegasnya.

Apabila dibandingkan dengan posisi akhir 2017, lanjut Amin, nilai aktiva perseroan naik 27,30 persen atau menjadi Rp15,12 triliun dengan nilai kewajiban perseroan naik 47,83 persen menjadi Rp8,60 triliun, dan nilai ekuitas naik 7,60 persen atau menjadi Rp6,52 triliun.

Sementara itu, mengenai belanja modal (capital expenditure) perseroan sampai akhir 2018 adalah sebesar Rp1.185 miliar dimana 23,65 persennya digunakan untuk mesin dan instalasi, 14,33 persen untuk peralatan eksplorasi, penambangan dan produksi.

"Sisanya digunakan untuk pembelian tanah, bangunan, peralatan pengangkutan, peralatan kantor, dan perumahan, dan aset dalam penyelesaian," kata Amin lagi.

Selain itu, pendapatan usaha PT Timah Tbk juga tidak terlepas dari semakin membaiknya kinerja dan tata kelola pertimahan di Indonesia.

"Alhamdulillah tata kelola pertimahan semakin membaik, sehingga produksi bijih timah 2018 juga mengalami peningkatan sebesar 42,77 persen atau dari 31.178 ton pada 2017 menjadi 44.514 ton pada 2018," pungkasnya. (ahm)

tag: #  

Bagikan Berita ini :