Bisnis

Investasi dan Ekspor Jeblok, Komisi VI Salahkan Jokowi

Oleh Sahlan Ake pada hari Rabu, 13 Mar 2019 - 16:24:21 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1552469061.jpg

Presiden RI, Joko Widodo (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Anggota Komisi VI DPR RI, Abdul Wachid angkat suara terkait kekecewaan Presiden Jokowi atas jebloknya investasi dan rendahnya ekspor tahun lalu. Pasalnya, pemerintah sudah tahu permasalahannya ada di mana. Bahkan Jokowi mengatakan sangat bodoh jika tidak bisa mengantisipasi hal tersebut.

"Ya gimana neraca nggak merosot terus, wong kebijakan dia ini yang salah ya kan. Dia selalu menekankan pada importasi yang besar-besaran, yang di situ menguras devisa negara, dan ini wajar. Dalam sejarah Indonesia ini, importasi dalam sektor apapun khususnya masalah pangan itu besar sekali. Ini yang menyebabkan kita tekor," kata Abdul Wachid saat dihubungi, Rabu (13/3/2019).

Wachid mengatakan, kebijakan Pemerintah Jokowi lah yang membuat negara merugi terus.  "Nggak mungkin bisa menutup ya. Dan ini dia bikin kesalahan di situ. Cobalah itu kementerian terkait, Menko itu evaluasi lagi lah. Masih ada waktu meskipun ini last minute. Mereka tuh bicara dong, Menteri Perdagangan gimana, Menteri Perindustrian gimana, Menteri Pertanian, Menkonya ini bersikap gimana. Masalah perdagangan ini sangat berbahaya," kata dia.

"Apalagi Pak Jokowi itu dia tidak melakukan lobi-lobi ke antar negara. Dia hanya kerja di dalam negeri. Harusnya dia keluar dong, bicara dengan negara-negara lain. Indonesia ini ada apa, dan kita butuh apa. Kemudian negara lain butuh apa, kita punya apa," tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti jebloknya investasi dan rendahnya ekspor di tahun lalu. Padahal, pemerintah sudah mengerti permasalahannya ada di mana.

"Investasi, ekspor ini kunci. Saya bilang ke Kemenkeu, kalau ada petrochemical sudah, tutup mata, beri tax holiday. Daripada kita defisit? Membebani bertahun-tahun nggak selesai," kata Jokowi.

"Kuncinya investasi dan ekspor. Kuncinya tahu, kok nggak kita selesaikan. Bodoh banget kita. Jangan sampai kalah dengan Kamboja, Laos, hati-hati negara ini negara besar," kata Presiden di Rakornas BKPM, Selasa 12 Maret lalu. (ahm)

tag: #jokowi  #dpr  

Bagikan Berita ini :