Berita

Zulhas Kritik Keras Moeldoko dan Neno Warisman

Oleh Sahlan Ake pada hari Kamis, 14 Mar 2019 - 17:18:35 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1552558715.jpg

Wakil Ketua Badan Pemenangan Prabowo-Sandi, Neno Warisman (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan (Zulhas) menolak penyamaan Pemilu dengan perang total dan perang badar. Oleh karenanya, dia mengritik keras Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (purn) Moeldoko yang melontarkan pernyataan perang total, serta Wakil Ketua Badan Pemenangan Prabowo-Sandi Neno Warisman yang mengaitkan Pemilu dengan perang badar.

Dalam pandangan Zulhas Pemilu adalah kompetisi kebaikan.

"Yang paling penting begini ya. Ini kita Pemilu dalam demokrasi itu tiap lima tahun pemilu untuk memperbarui komitmen. Jadi pemilu itu sederhana. Kalau senang, bagus, ya lanjut. Bukan hanya untuk pemerintah. Untuk DPRD kabupaten, provinsi, DPR RI. Kalau bagus pilih lagi," kata Zulhas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Dia menyinggung istilah perang yang sempat diutarakan oleh Kepala Kantor Staff Kepresidenan Jend. (Purn) Moeldoko dan Wakil Ketua Badan Pemenangan Prabowo-Sandi Neno Warisman. Menurutnya, pemilu bukan perang, malainkan kompetisi yang konstruktif.

"Kalau tidak bagus ya pilih yang bagus. Jadi sesederhana itu pemilu. Jadi sekali lagi pemilu itu bukan perang badar, bukan perang total. Jadi saya kritik keras Pak Moeldoko dan Mbak Neno," tegasnya.

Selain itu, Ketua MPR RI ini juga mengatakan pemimpin yang tidak mampu mewujudkan harapan rakyat adalah pengkhianat. Dia meminta semua kader dan simpatisan untuk mencoblos peminpin yang terbaik.

"Pemilu itu biasa dalam demokrasi untuk memperbarui komitmen. Karena pemilu itu kan mitra. Saya ini di DPR mitra dengan rakyat yang saya wakili. Kalau mereka tidak setuju lagi boleh ganti," kata dia.(plt)

tag: #pemilu-2019  

Bagikan Berita ini :