Bisnis

BI Sebut Utang Luar Negeri Indonesia Masih Sehat

Oleh Ahmad Syaikh pada hari Jumat, 15 Mar 2019 - 15:29:01 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1552638541.jpg

Dolar Amerika (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Utang luar negeri Indonesia meningkat 7,2 persen (YoY) pada akhir Januari 2019 menjadi US$383,3 miliar atau setara Rp5.404 triliun.

Menurut Statistik Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia, utang luar negeri Indonesia hingga akhir Januari 2019 terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar US$190,2 miliar dan utang swasta termasuk BUMN sebesar US$193,1 miliar.

"Pertumbuhan ULN 7,2 persen yang relatif stabil tersebut sejalan dengan peningkatan pertumbuhan ULN pemerintah di tengah perlambatan pertumbuhan ULN swasta," tulis Bank Sentral dalam laporannya pada Jumat (15/3/2019).

ULN pemerintah sebesar US$187,2 miliar atau tumbuh 3,7 persen lantaran dipengaruhi arus masuk dana investor asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN) selama Januari 2019.

Ya, aliran dana ke SBN itu, disebut BI, menunjukkan peningkatan kepercayaan investor asing terhadap kondisi perekonomian Indonesia.

Sedangkan utang luar negeri swasta melambat pada Januari lalu. Jumlah ULN swasta hanya meningkat US$1,5 miliar atau tumbuh 10,8 persen dari 11,5 persen pada Desember 2018.

"Perlambatan disebabkan pertumbuhan ULN sektor industri pengolahan dan sektor jasa keuangan dan asuransi.

Sementara itu, pertumbuhan ULN sektor pertambangan dan sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas (LGA) mengalami peningkatan dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya.

Walhasil, BI pun memandang struktur utang luar negeri Indonesia saat ini masih sehat, hal ini bias dilihat dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang berada di kisaran 36 persen.

Rasio tersebut, menurut BI, masih berada di kisaran rata-rata negara dengan kapasitas ekonomi serupa (peers). Selain itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi ULN berjangka panjang yang memiliki pangsa 86,2 persen dari total ULN. (ahm)

tag: #  

Bagikan Berita ini :