Jakarta

Kendalikan Inflasi dan Jaga Stabilitas Harga Pangan, Anies Siap Kolabirasi Bersama BI

Oleh Fitriani pada hari Senin, 25 Mar 2019 - 17:13:55 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1553508835.jpg

Gubernur Anies Baswedan (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri upacara serah terima jabatan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta di Function Room, Gedung Thamrin Lt. 4, Kompleks Perkantoran Bank Indonesia, Jl. MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (25/3/2019).

Pada pelaksanaan upacara tersebut, Hamid Ponco Wibowo dilantik sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, menggantikan Trisno Nugroho. 

Pada kesempatan itu, Anies sendiri menyampaikan, bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta di tahun 2019 ini mencapai 89,08 triliun rupiah. Besaran APBD tersebut diharapkan menjadi pendorong dan juga stimulus perekonomian daerah, khususnya di wilayah Ibu Kota.

"Karena itu, kami berharap apa yang selama ini sudah terjalin dengan baik dan kami percaya bahwa Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta yang baru, Bapak Hamid, akan terus meningkatkan apa yang sudah terbina, apa yang sudah kita kerjakan bersama-sama dengan baik," papar Anies.

Pemilik nama lengkap Anies Rasyid Baswedan, ini juga menekankan, bahwa kolaborasi bersama BI akan terus dilanjutkan, sebagai upaya pengendalian inflasi, menjaga ketersediaan kebutuhan dan stabilitas harga pangan, serta mewujudkan sistem transaksi elektronik secara digital. 

"DKI memiliki infrastruktur yang sangat maju dan memiliki ekosistem yang sangat maju. Dari sisi infrastruktur, kita menyadari Ibu Kota adalah salah satu tempat di mana platform digital sangat berkembang," ujarnya.

"Di sisi lain, kita menyaksikan masyarakat yang sangat melek digital. Karena itu, ini harus dijadikan sebagai peluang bagi kita sama-sama membangun sebuah sistem keuangan yang memungkinkan kita untuk bisa memantau, memprediksi, melakukan ekstrapolasi dengan lebih baik," imbuhnya.

Anies membeberkan, bahwa kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dan BI telah mampu menjaga inflasi DKI Jakarta berada pada level yang rendah dan terkendali. Hal tersebut telah mengantarkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DKI Jakarta meraih penghargaan sebagai TPID Provinsi terbaik se-Jawa pada pagelaran Rakornas TPID 2017, serta pencapaian inflasi DKI Jakarta di tahun 2018 yang sebesar 3,3% (yoy), atau lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 3,7% (yoy) dan searah dengan sasaran capaian inflasi nasional 3,5±1%. 

Pertumbuhan ekonomi Provinsi DKI Jakarta juga telah menghasilkan pencapaian yang positif, dengan share perekonomian yang terbesar (17%) dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia. Di 2018, pertumbuhan ekonomi Provinsi DKI Jakarta tetap terjaga sebesar 6,2% (yoy) ditopang kinerja positif beberapa sektor utama, yaitu Perdagangan, Industri Pengolahan dan Konstruksi. 

"Komitmen untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam memajukan perekonomian nasional dan daerah, termasuk di Provinsi DKI Jakarta, menjadi barometer perekonomian Indonesia," bebernya.

Selain itu, Anies kembali menerangkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga senantiasa menggunakan data-data, dan analisis dari BI untuk pengambilan kebijakan bagi pembangunan ekonomi DKI Jakarta, termasuk dalam pemetaan atas pemenuhan permintaan dan penawaran kebutuhan pokok dan stabilitas harga (inflasi). 

"Dan kita beruntung sekali, riset-riset yang dilakukan oleh BI menjadi bahan yang amat bermanfaat di dalam kita melakukan proyeksi, melakukan prediksi. Sekaligus juga dalam kita melakukan ekspansi dari mana saja Jakarta bisa mendapatkan seluruh pasokan pangan, dngan arahan kepimpinan yang baru, BI bersama Pemprov DKI Jakarta dapat senantiasa memberikan manfaat bagi perkembangan di Ibu Kota sekaligus memberikan dampak positif perekonomian secara nasional," pungkasnya. (Alf)

tag: #anies-baswedan  #pemprov-dki  #dki-jakarta  

Bagikan Berita ini :