Jakarta

Kerahkan Polisi Kawal Acara RUALB, Kadis Perumahan DKI Dinilai Berlebihan

Oleh Fitriani pada hari Rabu, 27 Mar 2019 - 19:08:32 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1553688512.jpg

Sejumlah aparat saat mengawal Rapat Umum Luar Biasa (RULB) Pengurus Perhimpunan Penghuni Rumah Susun Campuran Graha Cempaka Mas (PPRS GCM). (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)  --Langkah Dinas Perumahan DKI Jakarta yang meminta pengamanan ekstra ketat dari kepolisian, saat pelaksanaan Rapat Umum Luar Biasa (RULB) Pengurus Perhimpunan Penghuni Rumah Susun Campuran Graha Cempaka Mas (PPRS GCM) Dinas Perumahan DKI Jakarta dikecam.

Pasalnya, tindakan pengamanan dengan melibatkan aparat kepolisian semacam itu, dinilai sebagai intimidasi yang berlebihan.

Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS), M Syaiful Jihad, mengatakan, semestinya, Dinas Perumahan cukup memakai tenaga pengamanan apartemen (Satpam) atau bila dianggap perlu Satpol PP DKI Jakarta.

“Terlalu berlebihan sampai meminta pengamanan kepada Polisi. Memangnya warga yang ingin hadir di rapat RUALB itu teroris atau akan berbuat rusuh, kan tidak. Jangan dihalangi dong warga mau datang, kan semua pemilik apartemen juga punya hak untuk hadir, bukan cuma yang menggelar rapat,” kata Syaiful, Jakarta, Rabu (27/3/2019)

Dikatakan Syaiful, tindakan Dinas Perumahan dibawah pimpinan Kelik Indriyanto sangat tidak bisa dibenarkan.

“Harusnya Dinas Perumahan itu sebagai fasilitator saja, bukan malah memakai aparat kepolisian untuk mengintimidasi warga, dan berpihak pada kelompok tertentu saja,” katanya.

“Surat yang dikirimkan Dinas Perumahan ke Polisi cukup pemberitahuan saja, bukan minta pengamanan, kalau perihalnya pengamanan, berarti mens reanya bisa menjadi upaya intimidasi terhadap golongan atau kelompok tertentu yang akan menggelar RUALB,” tutupnya. (Alf)

tag: #pemprov-dki  #polri  

Bagikan Berita ini :