Berita
Oleh Jihan Nadia pada hari Minggu, 21 Jul 2019 - 22:48:49 WIB
Bagikan Berita ini :

Baja Impor Marak, Fadli Zon: Bukti Pemerintah Tak Berpihak Industri Nasional

tscom_news_photo_1563724129.jpg
(Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Selama 6 tahun terakhir PT. Krakatau Steel terus menerus mengalami kerugian. Selain disebabkan oleh masalah internal perusahaan, kerugian ini juga akibat peraturan pemerintah yang memungkinkan terjadinya impor baja besar-besaran. Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengkritik Pemerintah yang tidak mengeluarkan kebijakan strategis menghadapi persaingan industri global.

"Pemerintah kita belum juga merilis kebijakan untuk melindungi PT. Krakatau Steel dan industri logam nasional dari serbuan produk-produk impor,” kata Fadli dalam keterangan tertulisnya yang diterima awak media, Minggu (21/7/2019).

Legislator Fraksi Partai Gerindra ini menyayangkan pemerintah yang tidak memberikan perhatian pada industri baja nasional. “Alih-alih menyelamatkan industri baja nasional dan PT. Krakatau Steel, kebijakan pemerintah kita justru sering menjadi penyebab terpuruknya bidang ini,” ujar Fadli.

Ia juga mempertanyakan langkah Pemerintah, bagaimana bisa produk baja nasional kompetitif, jika Pemerintah malah membebaskan bea masuk baja-baja impor? ”Ini menjelaskan kenapa saat Pemerintah katanya sedang jorjoran membangun infrastruktur, industri logam nasional kita malah terpuruk dan bahkan sedang menuju kebangkrutan!” tegas Fadli.

Menurutnya serbuan baja impor yang terjadi beberapa tahun terakhir merupakan implikasi dari terbitnya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 22 Tahun 2018 tentang Ketentuan Impor Besi atau Baja, Baja Paduan dan Produk Turunan. “Aturan ini, sesudah saya baca kembali, memang ngawur,” tandasnya.

Jika sebelumnya standar komponen lokal hanya 50 persen untuk produk non-baja dan non-besi, syarat itu kini dinaikkan menjadi 75 persen. Sedangkan untuk produk baja dan besi, syarat kandungan lokal bahkan dinaikkan menjadi 95 persen.

Bahkan, Fadli Zon mengaku iri dengan kebijakan yang dikeluarkan Presiden Donald Trump dalam rangka melindungi produk-produk lokal Amerika Serikat (AS) melalui perintah eksekutif (Executive Order). “Kebijakan terbaru Presiden Trump ini terus terang membuat saya iri. Saat negara liberal seperti Amerika berusaha melindungi industri logam dasarnya sedemikian rupa," paparnya.

Dalam aturan tersebut, memerintahkan agensi-agensi pemerintahan federal untuk membeli produk-produk dengan komponen lokal lebih tinggi, yang tentu saja perintah itu makin memperkuat standar preferensi barang lokal AS yang harus dibeli oleh pemerintah.

tag: #fadli-zon  #jokowi  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
56 Tahun Telkom Indonesia
advertisement
Dompet Dhuafa x Teropong Senayan : Qurban
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Surtiah, Ibu yang Peluk Jazad Anaknya, Akhirnya Meninggal Karena Covid-19

Oleh Rihad
pada hari Sabtu, 24 Jul 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Surtiah (70 tahun), ibu yang peluk jasad anaknya, akhirnya meninggal dunia pada Sabtu (24/07/2021). Ia sempat menjalani isolasi mandiri, setelah diketahui positif COVID-19. ...
Berita

Perusahaan Didorong Tertib Kepesertaan untuk Pastikan BSU Tepat Sasaran

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Setelah akhir pekan lalu Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) memberikan keterangan persnya terkait penyaluran kembali Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada para pekerja ...