Oleh M Rizal Fadillah (Pengamat Politik) pada hari Minggu, 08 Des 2019 - 20:03:29 WIB
Bagikan Berita ini :

Ari Askhara

tscom_news_photo_1575810209.jpg
Mantan Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara. (Sumber foto : Ist)

Dirut Garuda I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra yang akrab dipanggil Ari Askhara membuat kejutan di negara Indonesia. Dinilai nekad ia menyelundupkan komponen motor besar Harley Davidson dan Sepeda Brompton di pesawat Garuda yang baru dibeli. Konsekuensinya Ari dipecat dari jabatan sebagai Dirut Garuda.

Bukan kali ini saja Ari membuat kejutan. Sebelumnya Ari Askhara "berakting" layaknya menjadi Presiden Soekarno yang memeriksa defile para penyambutnya saat turun dari pesawat. Mobil terbuka dan pakaian yang digunakan adalah nuansa tempo doeloe. Bagai "orang sakit" Ari berperan sebagai Soekarno.
Videonya beredar di media sosial.

Di musim Haji tahun kemarin Ari Askhara "melukai" umat Islam dengan upacara resmi pemberangkatan jama"ah haji di bandara Adi Soemarmo Boyolali dengan ritual "pecah kendi" yang sebagian besar pemahaman agama di kalangan umat Islam hal tersebut dikategorikan musyrik. Bagaimana ibadah haji dikotori sang Dirut yang tentu beragama Hindu.

Karakter aneh juga jika pesawat Garuda pengantar haji ini juga pada badan pesawat ditulis kalimat yang berbau menjilat "Terimakasih Bapak Jokowi, do"akan kami menjadi Haji yang mabrur--One Family One Nation, One Garuda Indonesia". Sontak ramai dikomentari tulisan tersebut. Haji yang dicampuri sikap "politik".

Gusti Askhara kena batunya kini dengan nekad jadi penyelundup. Orang bertanya dalam dugaan adakah motor Harley Davidson yang dibawa di pesawat yang baru dijemput atas penbeliannya ini adalah bagian dari gratifikasi ? Yang jelas perbuatan ini telah mencoreng banyak fihak. Dirinya, direksi, perusahaan, bahkan bangsa dan negara. Wajar jika sang Dirut dipecat. Hanya hebatnya dan tak wajarnya justru ia melawan dan tak rela dipecat. Keanehan lagi. Tidak ada rasa salah dan malu.

Dugaan lagi yang bersangkutan memiliki "back up" orang kuat. Dihubung hubungkanlah bahwa Ari Ashkara adalan orang BIN. Bagian dari "agen" intelijen negara. Jika iya, justru inilah saatnya Pemerintah bersih bersih dari orang orang yang sok kuasa, sok dilindungi, atau sok kaya. Istri Ari dibongkar bongkar pula kemewahan dan wataknya yang sok pamer kemewahan.
Ah Ari Ari....duh Gusti.

Bandung, 8 Desember 2019 (*)

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #garuda-indonesia  #bumn  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Opini

Mensegerakan Realisasi Anggaran Kesehatan Covid-19

Oleh Timboel Siregar, Koordinator Advokasi BPJS Watch
pada hari Kamis, 06 Agu 2020
Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan menyatakan dari total alokasi dana Rp. 87,55 Triliun (T) untuk sektor Kesehatan, dana yang baru terealisir di medio Juli ini sekitar 7,22%. Tentunya ...
Opini

Diperlukan Moral Politik dan Arah Perjuangan untuk Selamatkan Bangsa

Rizal Ramli melalui media konfrontasi online memberi pesan tentang moral politik ketika puluhan tokoh  bangsa berkumpul merencanakan deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) . ...