Oleh Aries Kelana pada hari Sabtu, 29 Feb 2020 - 20:52:21 WIB
Bagikan Berita ini :

Peneliti Israel Mengklaim Telah Temuan Vaksin Virus Corona

tscom_news_photo_1582984341.jpg
Ilmuwan Israel di laboratorium (Sumber foto : Istimewa)

BEKASI (TEROPONGSENAYAN) – Peneliti dan virusCorona agaknya terus berlomba siapa yang memenangi perang ini. Sebab di saat virus Corona menyebar diseluruh dunia, beberapa peneliti terus berupaya keras untuk menciptakan obat atau vaksinnya.

Israel misalnya. Meski negara ini belum melaporkan adanya kasus infeksi virus Corona, toh ilmuwannya itu mengklaim berhasil menciptakan vaksinnya.

Bahkan, mereka mengatakan setelah mengurusi perijinan yang memakan waktu 90 hari, untuk bisa dilakukan uji pada manusia sehingga vaksin anti virus Corona siap dilempar ke pasar.

Menteri Sains dan Teknologi Israel Ofir Akunis mengatakan pemerintahnya akan mempermudah proses ke arah itu. "Saya yakin akan ada kemajuan pesat lebih lanjut, memungkinkan kami untuk memberikan respons yang diperlukan terhadap ancaman global COVID-19," kata Akunis, dalamsitus the Jerussalem Post (28/2).

Pemerintah Israel berterima kasih terhadap Institut Penelitian Galilea (MIGAL) sejak empat tahun silam.

Para ilmuwan tadi telah mengembangkan vaksin melawan virus penyebab infeksi bronkitis. Penyakit itu umum terjadi pada unggas. Ujicoba tadi juga sudah berhasil dilakukan lewat studi praklinis di Institut Veteriner, Galilea.

Meski baru diujicoba pada hewan, tim MIGAL yakin bisa diterapkan untuk mencegah virs Corona CoVID-19. Jika digunakan, vaksin ini diberikan secara oral.

"Konsep dasar kami adalah mengembangkan teknologi dan tidak secara khusus vaksin untuk jenis virus ini," kata Dr. Chen Katz, ketua kelompok bioteknologi MIGAL.

Menurut Katz, vaksin ini bekerja berdasarkan pada vektor ekspresi protein baru, yang membentuk dan mengeluarkan protein larut yang mengantarkan antigen virus ke jaringan mukosa yang diaktifkan sendiri. Ini menyebabkan tubuh membentuk antibodi terhadap virus.

Selain peneliti Israel, ilmuwan Amerika Serikat dan Cina - melalui lembaga riset bioteknologi Vir dan WuXi - juga mengembangkan obat yang mengandalkan antibodi monoklonal pada manusia. Mereka melakukan riset dengan dana dari pengusaha properti Cina. Hasilnya belum diketahui.

tag: #corona  #israel  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: I Nyoman Parta
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Adies Kadir
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Ali Wongso Sinaga
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Lainnya
Berita

Daya Beli Masyarakat Masih Lemah, Legislator Demokrat Ini Sebut Kenaikan PPN Tidak Relevan

Oleh Bachtiar
pada hari Sabtu, 15 Mei 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi XI DPR RI Didi Irawadi Syamsuddin menilai, rencana pemerintah melalui Kementerian Keuangan untuk menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tahun depan ...
Berita

Diduga Penumpang Lakukan Swafoto, Perahu Oleng dan Tenggelam, 9 Orang Hilang

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Perahu yang ditumpangi sekitar 20 orang wisatawan lokal mengalami kecelakaan dan tenggelam di Waduk Kedung Ombo, Dukuh Bulu Desa Wonoharjo Kecamatan Kemusu, Kabupaten ...