Oleh Alfin pada hari Rabu, 04 Mar 2020 - 13:35:54 WIB
Bagikan Berita ini :

Komnas HAM Tindak Lanjuti Penyegelan Masjid Ahmadiyah di Sukabumi

tscom_news_photo_1583303754.jpeg
masjid Al Furqon milik jemaah Ahmadiyah di Kecamatan Parakansalak (Sumber foto : Ilustrasi)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Diskriminasi terhadap kaum minoritas di Indonesia masih menunjukkan tanda-tanda yang tak berkesudahan. Sejak 26 Juli 2016 lalu, masjid Al Furqon milik jemaah Ahmadiyah diKecamatan Parakansalak, Sukabumi, Jawa Barat disegel. Padahal, pemerintah setempat tidak memberikan surat pemberitahuan penyegelan atau surat perintah penyegelan.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) berencana akan mendatangi masjid tersebut untuk menindaklanjuti pelanggaran hak keberagamaan yang ada di Parakansalak. Komnas HAM juga berjanji akan datang ke lokasi masjid pada medio Maret atau April mendatang.

"Komnas HAM akan meminta klarifikasi dari bupati dan kapolres Sukabumi tentang penyegelan ini sekaligus meminta membuka kembali masjid tersebut supaya bisa digunakan kembali oleh warga Ahmadiyah menjelang bulan ramadhan," kata Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara kepadanya TeropongSenayan melalui sambungan aplikasi pesan, Rabu (4/3/2020).

Beka menuturkan pihaknya juga akan menemui pihak-pihak yang terlibat, seperti camat dan komandan komando rayon militer setempat. Akan tetapi, saat ini lembaganya akan mempelajari berkas-berkas aduan yang telah disampaikan oleh jemaah Ahmadiyah pada 2015 kepada Komnas HAM.

"Ini bisa dilakukan sebelum April. kami masih mencari waktu untuk bisa ke lokasi," kata Beka.

Kasus diskriminasi terhadap jemaah Ahmadiyah sudah beberapa kali terulang. Menurut Beka, ini menunjukkan kelemahan negara dalam melindungi hak warga negara. Bukannya melindungi kebebasan beribadah warga negara, ia berujar, negara melalui aparatnya justru menutup atau mengurangi hak tersebut.

Sebelumnya, perwakilan jemaah Ahmadiyah dari Parakansalak pernah mendatangi kantor Komnas HAM untuk mengadukan penyegelan terhadap masjid mereka oleh anggota Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) yang terdiri atas Kepala Camat Parakansalak, PolsekParakansalak, dankomandan Koramil setempat.

Awalnya, jemaah Ahmadiyah Parakansalak ingin memperbaiki masjid yang pernah dibakar oleh massa pada 2008 tersebut. Perbaikan masjid ini dimulai pada 18 Februari lalu dengan memasang kerangka terlebih dulu. Keesokan harinya, Kepala Polsek Parakansalak datang dan meminta pekerja menghentikan kegiatannya.

Alasannya, pihak Polsek ingin menjaga situasi di lingkungan agar tetap kondusif. Para pengurus masjid pun menghentikan kegiatan. Namun, pada 20 Februari, mendadak Muspika Parakansalak mendatangi masjid dengan membawa tripleks yang digunakan untuk menutup tiga pintu masjid. Pada 21 Februari, giliran aparat Pemerintah Kabupaten Sukabumi yang mendatangi masjid dan berdiskusi di belakang masjid.

Ketua Komite Hukum Jemaah Ahmadiyah Indonesia Fitria Sumarni, mengatakan salah salah satu jemaahnya mendengar pembahasan di belakang masjid tersebut. Isinya adalahucapan akan adanya serangan ke jemaah Ahmadiyah yang lebih besar dari sebelumnya, jika renovasi masjid tetap berlanjut.

Fitria mengungkapkan, jemaah Ahmadiyah sudah menyampaikan aduan yang sama ke Komnas HAM pada 2015. "Berbagai reaksi atas perbaikan masjid itu sudah terjadi sejak 2015," ujar dia.

tag: #komnas-ham  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
IDUL FITRI 2024
advertisement
IDUL FITRI 2024 MOHAMAD HEKAL
advertisement
IDUL FITRI 2024 ABDUL WACHID
advertisement
IDUL FITRI 2024 AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI 2024 ADIES KADIR
advertisement
Lainnya
Berita

KPU Undang Presiden Umumkan Pemenang Pilpres 2024

Oleh Sahlan Ake
pada hari Selasa, 23 Apr 2024
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI berencana mengundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menghadiri langsung penetapan pemenang Pilpres 2024. Rencanannya, acara tersebut ...
Berita

Kondisi Anaknya Sungguh Tragis di Tangan Mantan Suaminya, Lisa Tak Kuasa Membendung Airmata

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ini adalah suatu kisah pilu yang dituturkan oleh seorang ibu kandung bernama Lisa yang memiliki seorang putri berinsial GI, dan GI adalah putri keduanya yang telah ...