Oleh Rihad pada hari Wednesday, 01 Apr 2020 - 23:00:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Soal Jumlah Pasien Positif Rapid Test, Walikota Sukabumi dan Gubernur Ridwan Kamil Sempat Beda Pendapat

tscom_news_photo_1585752251.jpg
Ridwan Kamil dan Ahmad Fahmi (Sumber foto : Ist)

JAKARTA(TEROPONGSENAYAN)- Kini sudah jelas bahwa 300 Siswa Setukpa Lemdikpol (Sekolah Pembentukan Perwira Lembaga Pendidikan Polri) Polri di Kota Sukabumi, telah dinyatakan positif berdasar rapid test. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono menyatakan 1.550 siswa yang ada di Setukpa menjalani rapid test beberapa hari lalu. Dari jumlah tersebut, 300 siswa dinyatakan positif Corona berdasarkan hasil rapid test. "Saat ini 300 siswa yang dinyatakan positif usai rapid test tersebut ada di Setukpa, kemudian 1.250 siswa lainnya itu cuti," ucap Argo, Rabu (1/4/2020).

Hasil tes ini tidak langsung diumumkan, sehingga menimbulkan simpang siur kabar berapa orang yang benar-benar positif berdasar hasil tes cepat di Sukabumi. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sempat menyampaikan bahwa terjadi lonjakan kasus positif corona yang luar biasa di Jawa Barat, khususnya Kota Sukabumi. Berdasarkan hasil rapid test diketahui bahwa sekira 300 warga di Jawa Barat dinyatakan positif corona. Bahkan, kata Kang Emil, sapaan akrabnya, 300 orang tersebut juga akan menjalani tes swab atau PCR untuk memastikan keakuratan hasil tes masif tersebut.

Teropong Juga:

300 Siswa Polisi di Sukabumi Dinyatakan Positif Rapid Test

“Hasil positif rapid test paling besar ini ada di luar dugaan, di Kota Sukabumi. Ini terjadi paling besar di seluruh kabupaten dan kota di Jabar,” kata gubernur yang akrab disapa Emil ini di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (30/3/2020).

Emil mengungkapkan, pihaknya belum bisa melaporkan jumlah tambahan positif Covid-19 ini kepada pemerintah pusat. Pihaknya baru akan melaporkan hasilnya setelah 300-an orang ini menjalani tes swab yang lebih akurat.

Emil pun tidak menyangka lonjakan jumlah kasus positif akan muncul di Kota Sukabumi, bukannya di Bogor, Depok, atau Bekasi, yang selama ini berdekatan dengan Jakarta sebagai episentrum penyebaran virus corona.

Emil mengatakan sudah menginstruksikan kepada Wali Kota Sukabumi untuk melakukan karantina wilayah parsial terhadap satu kecamatan, desa, atau kawasan, yang mengalami lonjakan jumlah pasien terdeteksi positif virus corona tersebut. “Wali Kota Sukabumi sudah kami perintahkan melakukan tindakan-tindakan, sambil menunggu tes kedua ini. Kota Sukabumi akan menjadi daerah pertama di Jabar yang melakukan karantina wilayah parsial terhadap satu kecamatan,” katanya dikutip dari radarsukabumi.

Pernyataan Ridwan Kamil malah tidak tahu menahu soal banyaknya tes di Sukabumi. Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menyatakan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi hanya melakukan rapid test corona kepada 140 orang warga Kota Sukabumi. Pihaknya pun masih menunggu hasil tes cepat covid-19 tersebut. Fahmi pun menanggapi pernyataan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang menyatakan 300 orang positif corona lewat hasil rapid test dengan klaster terbanyak adalah di Kota Sukabumi.

Ia memperkirakan Pemerintah Daerah Provinsi Jabar menerima laporan dari institusi lain di luar pemda Kota Sukabumi.

Untuk itu, Fahmi mengimbau dan berharap kepada seluruh warga Kota Sukabumi tidak panik dalam menyikapi segala rumor yang beredar, sembari tetap waspada dalam melakukan upaya pencegahan.

tag: #corona  #ridwan-kamil  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Fraksi PKS: Ulama dan Santri Terdepan Dalam Meneguhkan Kedaulatan NKRI

Oleh Sahlan Ake
pada hari Sabtu, 24 Okt 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Memperingati Hari Santri 22 Oktober 2020 Fraksi PKS DPR RI menggelar Zoominar dengan Tema "Meneladani Peran Ulama dan Santri Dalam Meneguhkan Kedaulatan NKRI" ...
Berita

Diduga Sering Cemarkan Nama Baik NU, Gus Nur Ditangkap Polisi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap Sugi Nur Raharja atau akrab disapa Gus Nur terkait kasus dugaan ujaran kebencian yang bermuatan SARA dan penghinaan. ...