Oleh Givary AprimanĀ  pada hari Sabtu, 04 Apr 2020 - 12:29:03 WIB
Bagikan Berita ini :

Politisi Berkarya Sebut Data Covid-19 Pemerintah Pusat Mengada Ada

tscom_news_photo_1585978143.jpg
Djoko Edhie (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Politisi Berkarya Djoko Edhie Abdurrahman membandingkan data covid-19 Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Provinsi DKI.

Menurut Djoko data yang dilampirkan pemerintah pusat tidak akurat karena dari data yang dilampirkan Anies berbeda jauh dengan data Pemprov DKI.

"Menolak data covid-19 yang disampaikan juru bicara pemerintah Prof Achmad Yurianto. Data pemerintah pusat tidak akurat yang tewas 122 orang, sementara yang dikuburkan Anies saja 400 Orang. Selisih lebih 200 orang," kata Djoko melalui pesan singkatnya, Sabtu (04/04/2020).

Mantan Anggota DPR RI periode 2004-2009 itu memaparkan kalau data Anies tidak bisa dipermasalahkan sebab sudah sesuai protokoler dan buktinya sangat otentik.

Sementara secara hukum, data yang dibacakan Yuri tidak jelas, sumber dan buktinya kurang kuat sehingga data pemerintah kurang akurat.

"Data Anies, tak bisa dipersoalkan karena hitung jenazah yang dikubur pakai protokoler. Artinya menguburnya pakai manajemen, dan punya bukti: kuburan dan Saksi tukang gali kubur," paparnya

"Sementara data Yuri, tak jelas. Tiba-tiba ia bacakan. Bagi saya orang hukum, siapa Yuri tak jelas. Table excel tak bisa jadi bukti," tambahnya.

Djoko menyebut kalau tindakan yang dilakukan pemerintah pusat sangat berbahaya karena bermain main dengan data covid-19

"Saya merasa aneh, untuk apa pemerintah memanipulasi orang mati," tuturnya.

Djoko menutup bila satu saja faktor determinannya asal asalan berarti data yang dimiliki pemerintah itu tidak bisa dipercaya.

"Misalnya dari data Yuri, pasien meninggal 170 orang. Anies melapor ke Ma"ruf Amin, DKI sudah memakamkan 401 jenazah secara protokol. Artinya penguburan menggunakan manajemen Pemprov DKI, jadi ada selisih sekitar 230 mayat," pungkasnya. (Bng)

tag: #corona  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa x Teropong Senayan : Qurban
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Lainnya
Berita

Bagi Yang Masih Bingung, Inilah Pedoman Pengenaan Pasal Karet di UU ITE

Oleh Rihad
pada hari Wednesday, 23 Jun 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Pemerintah telah menerbitkan pedoman implementasi pasal tertentu dalam Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang dikenal sebagai pasal ...
Berita

Soal Wacana Revisi PP 109/2012, Kementan Berharap Kementerian Terkait Mempertimbangkan Kembali

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Kementerian Pertanian menyatakan wacana revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau ...