Oleh Rihad Wiranto pada hari Thursday, 09 Apr 2020 - 23:00:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Berseteru dengan Said Didu dan Faisal Basri, Luhut Mengaku Tidak Ingin Bungkam Kritik

tscom_news_photo_1586447419.jpg
Luhut Pandjaitan (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Belakangan ini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan menjadi sasaran kritik. Ia pernah mendapat kritikan dari pakar ekonomi Faisal Basri lewat akun Twitter @FaisalBasri pada Jumat (3/4/2020) berbunyi: "Luhut Pandjaitan (Menko Marves) lebih berbahaya dari Coronavirus COVID-19".

Luhut juga dicecar kritik oleh Said Didu, mantan sekretaris kementerian BUMN. Said Didu mengkritik Luhut yang mementingkan uang, uang dan uang. Kasusnya masih panas, karena Said Didu tak mau minta maaf. Karena sikap Luhut yang keras, ia sering disebut anti kritik.

Akhirnya Luhut menjawab berbagai kritik itu di instagram. Dalam unggahan di akun Instagramnya @luhut.pandjaitan pada Kamis (9/4/2020), Luhut menyampaikan bahwa ia tidak anti kritik. "Saya tidak pernah punya keinginan untuk membungkam kritik karena bagi saya kritik adalah motivasi terbesar sebagai pejabat negara dalam merumuskan kebijakan yang bermanfaat," ujarnya dalam unggahan tersebut.

Ia menyatakan bangsa Indonesia adalah bangsa yang terdidik sehingga masyarakatnya terbiasa untuk saling kritik dan berdiskusi dengan fakta dan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, kondisi Indonesia saat ini sedang berada dalam situasi pandemi. Jadi, semua pihak sedang bergerak bersama mencari solusi untuk mempercepat penanganan COVID-19 dan bukan saling menuduh atau bahkan menyampaikan ujaran kebencian.

Kendati tidak disebutkan secara eksplisit unggahan ini ditujukan kepada siapa, tetapi ini menjadi jawaban Luhut atas semua tudingan buruk dan ujaran kebencian terhadapnya belakangan ini.

Tetap Tuntut Said Didu

Sebelumnya, Said dalam tayangan YouTube pribadinya diduga telah menuding Luhut untuk beberapa hal terkait proyek pembangunan ibu kota negara. "Pak Luhut sudah membaca surat dari Pak Said Didu. “Beliau tidak berkomentar apa-apa dan saya tanyakan apakah akan dilanjutkan proses hukumnya, jawabannya iya," ujar Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi, Kamis, 9 April 2020.

Jodi menerangkan, Luhut sebelumnya telah meminta Said untuk menyampaikan permohonan maafnya secara resmi kepada publik dalam waktu 2x24 jam. Hal itu, kata dia, sekaligus menunjukkan bahwa Luhut tak anti-kritik.

Namun, alih-alih digubris, permintaan permohonan maaf Luhut itu malah dibalas dengan surat yang berisi penjelasan soal kritik Said. Jodi mengatakan Luhut tak banyak berkomentar soal surat yang dikirimkan Said tersebut.

Sementara itu, terkait upaya hukum yang akan ditempuh, Jodi mengatakan Luhut telah menyerahkannya kepada tim khusus. "Ada tim yang menangani proses hukumnya," ucapnya.


tag: #luhut-binsar-pandjaitan  #said-didu  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Lainnya
Berita

Teryata Ini Alasan Pencabutan Asilimilasi Habib Bahar bin Smith, Bukan Melanggar PSBB

Oleh Sahlan Ake
pada hari Senin, 25 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Para ulama dari beberapa organisasi masyarakat berbasis Islam, seperti Front Pembela Islam (FPI), GNPF, PA 212 hingga MUI DKI mengecam pencambutan asimilasi yang ...
Berita

Mengenaskan, Akibat Melarang Shalat Ied di Lapangan, Kepala Desa Dikeroyok Massa

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Sungguh mengenaskan, di saat hari yang Fitri, sebagian warga lupa diri dan gagal mengendalikan emosi. Lihat saja, sebagian warga memukuli kepala desa di Buol, Sulteng ...