Oleh Aries Kelana pada hari Selasa, 28 Apr 2020 - 22:40:27 WIB
Bagikan Berita ini :

Menyoal Data Resmi Kematian Akibat COVID-19 versi Pemerintah

tscom_news_photo_1588088427.png
Pasien PDP Meninggal Dunia (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Kementerian Kesehatan, melalui jurubicara pemerintah, Achmad Yurianto menyebutkan angka kematian akibat COVID-19 berjumlah 765 orang. Namun jumlah orang yang meninggal dengan pasien dalam pengawasan (PDP) justru berada di angka lebih dari 2.200 orang.

Menurut pedoman COVID-19 terbaru dari Kementerian Kesehatan, pasien yang diklasifikasikan sebagai PDP adalah mereka yang menderita penyakit pernapasan akut yang tidak ada penjelasan klinis selain coronavirus baru.

Data tersebut muncul dari laporan kematian 16 dari 34 propinsi. Laporan dari daerah itu, seperti dilansir reuters.com (28/4/2020), menunjukkan mereka yang meninggal itu memiliki penyakit COVID-19 akut. Ke-16 provinsi itu mewakili 3/4 jumlah penduduk nasional.

Angka yang tinggi itu yang menyulut kecurigaan bahwa pemerintah pusat menutupi angka kematian COVID-19. Apalagi jumlah korban tewas sekarang adalah yang tertinggi di Asia setelah Cina.

Untuk diklasifikasikan sebagai PDP, pasien juga harus melakukan perjalanan ke suatu negara, atau suatu daerah di Indonesia, di mana virus corona telah bertahan dalam waktu 14 hari sejak jatuh sakit.

“Saya percaya sebagian besar kematian PDP disebabkan oleh COVID-19,” kata Pandu Riono, seorang ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia.

Namun Achmad Yurianto, menegaskan bahwa seorang PDP belum tentu ia menderita COVID-19. Untuk memastikannya, seseorang harus menjalani pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR). “PCR merupakan pemeriksaan darah resmi yang diakui WHO (Organisasi Kesehatan Dunia,” kata Achmad beberapa hari lalu.

Untuk mendapat hasil tersebut, dokter belum bisa mendapatkan secara cepat, setelah seseorang masuk rumah sakit. Perlu antrean panjang dan lama untuk mendapatkan hasilnya. Keterbatasan reagen menjadi salah satu alasan dokter atau petugas laboratorium untuk memastikan seseorang terkena COVID-19 atau tidak.

Sementara itu, anggota senior gugus tugas COVID-19 pemerintah, Wiku Adisasmito, tidak membantah temuan itu tetapi menolak mengomentari jumlah korban virus Corona yang ia yakini dapat ditemukan di antara pasien yang diklasifikasikan sebagai PDP.

tag: #achmad-yurianto  #covid  #meninggal  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
TStrending
#1
Berita

Seks Bebas di Kalangan Remaja Indonesia Kian Memprihatinkan

Oleh
pada hari Rabu, 31 Jan 2018
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane mengungkapkan, tingkat sadisme dan seks bebas di kalangan remaja Indonesia kian memprihatinkan. Hal ini, lanjut ...
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: I Nyoman Parta
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Adies Kadir
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Ali Wongso Sinaga
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Lainnya
Berita

Rumah Warga yang Balik ke Jakarta Akan Diberi Tanda

Oleh Rihad
pada hari Sunday, 16 Mei 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Polda Metro Jaya bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kodam Jaya memberikan tanda terhadap rumah warga balik ke Jakarta guna mengantisipasi penyebaran COVID-19 usai ...
Berita

Investasi RI Berangsur Membaik, Muhaimin Beraharap Penanganan Pandemi Covid-19 Lebih Serius

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Indonesia diprediksi akan memasuki masa pemulihan pada triwulan II-2021. Salah satu indikator skenario prediktif tersebut adalah pertumbuhan realisasi nilai ...