Oleh Givary Apriman pada hari Sabtu, 09 Mei 2020 - 17:48:36 WIB
Bagikan Berita ini :

Bambang Widjojanto Sebut Laporan Kepada Said Didu Bentuk Keangkuhan Kekuasaan

tscom_news_photo_1589020349.jpg
Bambang Widjojanto (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Luhut Binsar Panjaitan resmi melaporkan Said Didu ke Bareskrim Polda Metro Jaya. Mantan sekretaris BUMN itu diduga telah melakukan pencemaran nama baik.

Kuasa hukum Said Didu yang tergabung dalam tim advokasi suluh kebenaran, Bambang Widjojanto mengatakan kalau pelaporan itu sebagai bentuk keangkuhan kekuasaan dan bukan kasus pencemaran.

"Persoalan ini sebenarnya apa betul pencemaran? Judulnya saja sudah jelas pilihan kebijakan dari pemerintah itu artinya yang dipersoalkan adalah kebijakan. Kalau kebijakan yang dipersoalan maka case pencemaran ini tidak ada. Kalau case pencemaran tidak ada dilakukan media apapun tidak penting," kata Bambang melalui keterangan tertulis yang diterima Teropong Senayan, Sabtu (09/05/2020).

Bambang menuturkan kalau Luhut harus melepaskan jabatan sebagai pejabat publik kalau memang tidak bersedia untuk dikritik oleh masyarakat.

Menurutnya kalau marwah dari jabatan publik itu adalah dia bisa dipersoalkan mandat dan amanahnya.

"Faham nggak sih bahwa jabatan publik itu memerlukan kritik supaya terjadi balance. Dan sebanyak mungkin semua itu dilakukan secara amanah. Mudah-mudahan itu bisa jadi pedoman," tuturnya.

Mantan wakil ketua KPK ini meminta Luhut untuk merendahkan hati sedikit. Hal ini lantaran keangkuhan kekuasaan tidak begitu penting dalam situasi seperti ini.

Selain Bambang, anggota tim advokasi suluh kebenaran lainnya, Teuku Nasrullah juga menemukan keganjilan dari cepatnya proses penyelidikan oleh polisi.

Dilaporkan tanggal 8 April, tanggal 17 April sudah naik ke penyidikan. Tiba-tiba tanggal 28 April muncul surat panggilan.

"Tidak sampai waktu setengah bulan sudah meluncur surat panggilan. Luar biasa," kata Nasrullah.

Ia mencoba untuk berprasangka baik, kalau kinerja polisi sudah bagus. Nasrullah pun berharap kinerja polisi akan terus seperti ini untuk kasus-kasus lainnya. Meski begitu, Nasrullah merasa perlu bertanya, sebagai warga negara. Apakah cepatnya proses oleh polisi karena Luhut yang melaporkan. Selain itu, pelaporan itu dalam kapasitas ia sebagai pribadi atau menteri.

"Kalau dalam kapasitas sebagai menteri tentu Pak Luhut harus siap sebagai aparatur negara dikritisi.Tapi kalau sebagai pribadi apakah negara ada perlakuan yang tidak equal terhadap warga negara lain," pungkasnya.

tag: #bambang-widjojanto  #said-didu  #luhut-binsar-pandjaitan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: I Nyoman Parta
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Adies Kadir
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Ali Wongso Sinaga
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Lainnya
Berita

Gus Jazil: Saatnya Jokowi Undang Presiden Palestina-PM Israel Duduk Bersama

Oleh Sahlan Ake
pada hari Selasa, 18 Mei 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Eskalasi konflik yang terjadi antara Palestina-Israel terus meningkat dalam beberapa hari terakhir. Aksi demonstrasi menentang agresi tentara Israel terhadap Palestina pun ...
Berita

OJK Gagal Lindungi Masyarakat, Sudah 2 Korban Asuransi Jiwa Kresna Meninggal Dunia

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Berita duka cita kembali menimpa korban Asuransi Jiwa Kresna, kali ini korban RS meninggal salah satu korban Asuransi Jiwa karena uang keluarga yang ditaruh di PT Asuransi ...