Oleh Rihad pada hari Senin, 22 Jun 2020 - 22:40:32 WIB
Bagikan Berita ini :

Jam Malam di Arab Sudah Dicabut, Bagaimana dengan Haji dan Umrah?

tscom_news_photo_1592840432.jpg
Suasana di sekitar Ka'bah di masa lockdown (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Setelah tiga bulan berlaku jam malam, masyarakat Arab Saudi kembali keluar rumah pada Minggu (21/6) malam. Hal itu terjadi usai pemerintah mencabut peraturan jam malam terkait COVID-19.

Sejak Maret lalu, Kerajaan Arab Saudi menerapkan pembatasan selama 24 jam di sebagian besar kota, dengan hanya memberikan izin bagi warga pergi keluar untuk membeli kebutuhan dasar atau jika ada alasan kesehatan.

Pemerintah kemudian mulai melonggarkan aturan secara bertahap pada Mei lalu dengan memperbolehkan kegiatan usaha dijalankan kembali, lalu kali ini mencabut aturan jam malam secara total.

"Begitu kami mendengar bahwa aturan jam malam usai, kami langsung mengontak teman-teman lainnya untuk pergi berkeliling," kata Hesham Mahro, salah satu anggota grup pengemudi Harley-Davidson dikutip dari Reuters.

Sementara itu, restoran-restoran di pusat kota Riyadh juga menghadirkan penampilan musik untuk menandai hari normal baru ini.

"Kami sangat senang, benar-benar dari lubuk hati paling dalam. Kami bernyanyi bersama para pelanggan dan bergembira, juga merayakan kembalinya kehidupan normal di Riyadh. Semoga seluruh dunia juga segera begini, insyaallah," ujar Ahmad Moaead, seorang pegawai restoran Alkofeah.

Beberapa orang lainnya, menikmati saat-saat bisa kembali menghirup udara luar dengan bebas.

"Anak saya biasanya membuat saya kesal selama masa jam malam, karena ia bangun dan langsung menangis ingin berjalan-jalan keluar. Alhamdulillah, hari ini saya merasa baru terbangun dari mimpi buruk," kata seorang perempuan yang ingin dipanggil Um Dana, ibunda Dana.

Walaupun demikian, beberapa aturan pembatasan masih berlaku, misalnya pelarangan perkumpulan publik dengan peserta lebih dari 50 orang. Selain itu, pintu masuk negara itu juga masih ditutup untuk pelancong luar negeri.

Haji dan Umrah

Sejauh ini, haji dan umrah masih ditangguhkan.Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali menyebutkan kerajaan masih terus melakukan evaluasi terkait dengan pelarangan kebijakan tersebut.

"Besok, mulai jam 06.00 pagi, kegiatan ekonomi dan perkantoran dibolehkan. Tapi, dengan ketentuan tetap menjaga protokol kesehatan dan physical distancing. Larangan umrah dan ziarah tetap diberlakukan dan akan dilakukan evaluasi sesuai ketentuan kesehatan," kata Endang, dilansir dari laman resmi Kementerian Agama, Minggu (21/6/2020).

Sedangkan mengenai pelaksanaan haji di tahun ini, kata Endang, Saudi masih belum menyampaikan informasi resmi mengenai hal tersebut.

Hingga saat ini Kerajaan Saudi masih menutup penerbangan internasional untuk masuk ke negaranya. Tak jauh berbeda, warga negara asing jug tak dapat mengakses negara ini melalui darat maupun laut.

Adapun penghentian ibadah umroh ini telah dilakukan sejak awal Maret lalu untuk menghindari penyebaran virus Covid-19.

"Kami menghentikan sementara ibadah umrah untuk penduduk dan pemukim di kerajaan," demikian isi pernyataan Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, Kamis (5/3/2020).

tag: #haji  #arab-saudi  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

PDIP: Penundaan Pilkada Ditengah Pandemi Akan Menciptakan Ketidakpastian Baru

Oleh Bachtiar
pada hari Senin, 21 Sep 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai Pilkada Serentak 2020 harus diselenggarakan pada tahun ini. Menurut dia, di tengah pandemi ini, setiap ...
Berita

KAMI Minta KPU Tunda Pilkada Serentak 2020

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) meminta agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan penyelenggara negara menunda pelaksanaan Pilkada serentak 2020. Pasalnya, ...