Berita
Oleh Alfin Pulungan pada hari Tuesday, 07 Jul 2020 - 08:00:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Duh, Ternyata Kalung Eucalyptus Tidak Anti Korona

tscom_news_photo_1594059476.jpg
Menteri Pertanian Noor Yasin Limpo dan kalung anti korona (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian menegaskan bahwa produk inovasi aromaterapi berbahan dasar tanaman eucalyptus tidak diklaim sebagai antivirus corona.

Produk buatan Kementan yang salah satunya berbentuk kalung itu sebelumnya diklaim anti terhadap virus korona. Produk itu juga rencananya akan mulai diproduksi massal pada bulan depan.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan Fadjry Djufry menjelaskan bahwa produk kalung eucalyptus itu memiliki formula yang sama dengan produk lainnya, seperti "roll on", inhaler, balsam dan minyak aromaterapi yang berbasis nanoteknologi.

Ia menerangkan bahwa hasil temuan tersebut telah dipatenkan dan telah teregistrasi di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), meskipun terdaftar sebagai produk jamu herbal.

"Kita tidak "overclaim", memang izin dari BPOM tidak menyebut antivirus di situ, sama seperti di "eucalyptus roll on" ini tidak menyebut (antivirus). Izin edar ini sebagai jamu," kata Fadjry dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 6 Juli 2020.


Teropong Juga:

> Anggota DPR Minta Kalung Anti Covid-19 Tak Langsung Diproduksi Massal


Fadjry mengatakan saat ini kalung eucalyptus masih digolongkan sebagai produk jamu, mengingat hasil temuan ini belum melewati uji praklinis maupun uji klinis.

Artinya, produk inovasi eucalyptus ini belum dapat diklaim sebagai antivirus korona. Kendati demikian, berdasarkan hasil penelitian laboratorium, ekstraksi dari tanaman eucalyptus mampu membunuh 80-100 persen virus influenza dan korona.

Adapun kalung aromaterapi Balitbangtan diformulasikan berbasis minyak Eucalyptus sp. dan didesain dengan teknologi nano dalam bentuk serbuk dan dikemas dalam kantong berpori.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan Fadjry Djufry pada konferensi pers di Jakarta, Senin, 6 Juli 2020


Produk ini mengeluarkan aroma secara lepas lambat (slow release) sehingga berfungsi sebagai aromaterapi selama jangka waktu tertentu. Untuk mendapatkan efek aromaterapi yang maksimal, penggunaannya dilakukan dengan cara menghirup aroma dari lubang-lubang kemasannya.

Fadjry menuturkan produk yang dibuat berbentuk kalung tersebut akan memudahkan kita dalam menghirup aromaterapi setiap 2-3 jam sekali selama 5-15 menit dihirup agar mampu menginaktivasi virus yang berada di rongga hidung.

Produk kalung eucalyptus saat ini siap diproduksi secara massal oleh PT Eagle Indopharma dan dapat digunakan oleh masyarakat dalam waktu dekat. "Untuk inhaler dan roll on, produk akan siap akhir bulan Juli, sementara kalung pada bulan Agustus," ujar Fadjry.

tag: #kementerian-pertanian  #covid-19  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
56 Tahun Telkom Indonesia
advertisement
Dompet Dhuafa x Teropong Senayan : Qurban
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement