Oleh Alfin Pulungan pada hari Sabtu, 18 Jul 2020 - 21:11:36 WIB
Bagikan Berita ini :

DPR: Vonis Ringan Penyerang Novel Jadi Tontonan Publik yang Membodohkan

tscom_news_photo_1595076105.jpeg
Wakil Ketua Komisi Hukum DPR, Pangeran Khaerul Saleh (tengah). (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Wakil Ketua Komisi Hukum (Komisi III) DPR Pangeran Khairul Saleh menyesalkan atas ringannya vonis yang dijatuhkan kepada penyerang penyidik senior KPK Novel Baswedan, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis. Pasalnya, vonis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara dengan penjara 2 tahun dan 1,5 tahun tersebut sangat ringan dan melukai rasa keadilan.

"Saya menilai vonisnya masih terlalu ringan. Dan ini betul-betul melukai rasa keadilan, menjadi tontonan publik yang membodohkan," kata Khairul saat dihubungi, Jumat, 17 Juli 2020.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini tak habis pikir dengan sikap pelaku yang menyatakan bahwa apa yang dilakukannya terhadap Novel bukan tindakan yang sengaja. Menurutnya, tindakan pelaku merupakan perbuatan yang telah direncanakan dan merupakan tindakan penganianyaan berat terhadap pejabat negara.

"Subuh-subuh bawa air keras dengan sengaja, berarti menyiramnya juga dengan niat. Masa menyiramnya tidak sengaja," ujarnya.

Mantan Bupati Banjar ini juga merasa sangat prihatin dengan nasib yang dialami oleh Novel. Akibat tindakan yang tidak beradab, Novel harus mengalami cacat seumur hidup.

"Korban Novel Baswedan tidak bekerja hampir dua tahun, cedera matanya seumur hidup. Unsur pasal yang dikenakan seharusnya perbuatan penganiayaan berat terhadap pejabat negara," katanya.

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara menjatuhkan vonis kepada kedua terdakwa penganiayaan penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Sidang beragenda pembacaan putusan digelar di ruang sidang PN Jakarta Utara, pada Kamis (16/7/2020). Sidang pembacaan putusan digelar sekitar 8 jam.

Terdakwa Rahmat Kadir Mahulette, selaku pelaku penyiram air keras kepada Novel divonis selama 2 tahun penjara. “Menjatuhkan pidana oleh karena itu kepada terdakwa selama 2 tahun,” kata Ketua Majelis Hakim Djuyamto membacakan amar putusan di PN Jakarta Utara, Kamis (16/7/2020).

Rahmat Kadir terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penganiayaan terencana kepada Novel. Rahmat terbukti melanggar Pasal 353 ayat (2) KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Pada saat melakukan tindak pidana, Rahmat dibantu Ronny Bugis yang mengendarai sepeda motor. Untuk Ronny Bugis, majelis hakim menjatuhkan vonis 1 tahun 6 bulan penjara.

Hukuman itu lebih tinggi dari tuntuan Jaksa Penuntut Umum. Untuk diketahui, Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Marhulete, dua terdakwa penganiayaan penyidik KPK, Novel Baswedan dituntut pidana penjara selama 1 tahun.

Mereka masing-masing dituntut melakukan tindak pidana penganiayaan dengan rencana lebih dahulu yang mengakibatkan luka-luka berat seperti yang diatur dan diancam pidana dalam Pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, sesuai dakwaan subsider Jaksa Penuntut Umum.

tag: #novel-baswedan  #hukum  #komisi-iii  #pangeran-khairul-saleh  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
56 Tahun Telkom Indonesia
advertisement
Dompet Dhuafa x Teropong Senayan : Qurban
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Lainnya
Berita

Koalisi Masyarakat Sipil Sesalkan Upaya Hukum Moeldoko ke ICW

Oleh La Aswan
pada hari Jumat, 30 Jul 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Langkah Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko melalui kuasa hukumnya Otto Hasibuan, yang melayangkan somasi ke Indonesian Corruption Watch (ICW) disesalkan berbagai ...
Berita

Pimpinan DPR: Fasilitas Hotel Untuk Isoman DPR Belum Diperlukan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Puan Maharani meminta Sekretariat Jenderal DPR mengevaluasi kembali rencana penyediaan hotel untuk fasilitas isolasi pasien Covid-19 dari ...