Oleh Bachtiar pada hari Kamis, 06 Agu 2020 - 19:58:27 WIB
Bagikan Berita ini :

Fraksi Nasdem Mengaku Belum Bisa Pastikan Pengesahan RUU Omnibus Law

tscom_news_photo_1596718707.jpg
Willy Aditya Politikus Nasdem (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Willy Aditya mengaku, belum bisa memastikan kapan Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja kapan akan disahkan.

"DPR tidak pernah bikin target," kata Willy sapaanya, Kamis, (6/8/2020).

Willy memastikan, pembahasan RUU Omnibus Law akan digelar secara terbuka agar publik dapat mengikuti perdebatannya.

"Jadi publik bisa ikuti dinamika perdebatannya. Artinya pemerintah, sah saja membuat target itu tapi dinamika politiknya kan dibahas bersama. Ini kan tripartit ada pemerintah DPR dan DPD RI," tegas Willy.

Politikus Nasdem ini menegaskan, pembahasan RUU Omnibus Law masih jauh dan tidak akan disahkan.

"DIM yang baru kita ketuk baru yang sifatnya tetap, DIM yang masih bersifat perubahan segala macam masih 2.000 DIM. Hari ini masih kewenangan pemerintah pusat dan daerah, masih tarik ulur kita," ungkap dia.

tag: #omnibus-law  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Dua Hari Terakhir, Penularan COVID-19 Pecahkan Rekor di Kabupaten Bogor

Oleh Rihad
pada hari Sabtu, 26 Sep 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Kabupaten Bogor, Jawa Barat mencatat rekor kasus terkonfirmasi positif COVID-19 tertinggi selama dua hari berturut-turut. "Hari ini ada 57 tambahan kasus terkonfirmasi ...
Berita

Tingkatkan Kewaspadaan, Jumlah Meninggal Akibat COVID-19 Lebih 10 Ribu Orang

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Tidak diragukan lagi COVID-19 adalah virus yang berbahaya. Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mencatat penambahan 4.494 kasus sehingga jumlah akumulasi kasus infeksi di ...