Berita
Oleh Alfin Pulungan pada hari Friday, 14 Agu 2020 - 07:00:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Wow! 21 Paslon Kepala Daerah Dipastikan Melawan Kotak Kosong di Pilkada 2020

tscom_news_photo_1597345090.jpeg
Ilustrasi surat suara calon tunggal (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN --Anggota Komisi Kepemiluan (Komisi II) DPR Syamsurizal mengungkapkan dari 31 pasangan calon (paslon) kepala daerah yang diperkirakan akan melawan kotak kosong dalam Pilkada 2020, sebanyak 21 paslon diantaranya dipastikan terwujud. Sementara 10 daerah lainnya masih berpotensi mendapatkan lawan.

"Yang 10 belum pasti, yang pasti 21," kata Syamsurizal saat dihubungi, Kamis, 13 Agustus 2020.

Syamsurizal merinci 21 daerah dengan paslon tunggal diantaranya Kota Semarang, Kota Solo/Surakarta, Kebumen, Blitar, Banyuwangi, Goa, Soppeng, Pematang Siantar, Balikpapan, Gunung Sitoli, Ogan Komilir Ulu Selatan, Nyawi, Wonogiri dan lainnya. Diketahui Pilkada 9 desember mendatang digelar di 27 daerah.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan ini menuturkan, paslon tunggal ini konstitusional. Namun katanya ini berbahaya juga apabila kalah melawan kotak kosong. "Semakin malu dia. Lawan kotak kosong saja kalah, apalagi lawan orang," ujarnya.

Ia pun menjelaskan munculnya paslon tunggal. Pertama, partai politik tidak memiliki dana operasional untuk mendukung calon dari yang partai usung.

"Itu dibutuhkan sementara dana partai kan terbatas. Partai butuh dana besar juga untuk operasional kepentingan partai ke depan dan kader," katanya.

Syamsurizal


Syamsurizal mengimbuhkan semestinya partai diberi dana dengan kewenangan dana yang besar. Sehingga ketika penyelenggaran Pilkada dan lainnya tidak perlu dana operasional untuk mendukung calon dari dana calon tapi dari dana APBN.

"Dana APBN kita belum begitu kuat, terpaksa mengambil dana dari calon. Ketika itu terjadi, dari kalangan anggota masyarakat ada yang mampu ada yang tidak mampu. Kalau incumbent mereka mampu karena punya gaji dan sebagainya," urainya.

Kedua, kurang sosialisasinya dari pihak terkait, sehingga tidak menimbulkan minat oleh masyarakat untuk ikut Pilkada. Itu terjadi karena pilkada dipandang bukan sesuatu yang menarik, ditambah saat ini banyak kepala daerah tersangkut kasus hukum.

Ketiga, kepala daerah petahana dipandang masyarakat masih layak melanjutkan masa kepemimpinannya. Misalnya, masyarakat sangat butuh karena si petahana sangat berhasil dalam memimpin pembangunan daerahnya sekaligus mensejahterakannya.

"Ini juga menghilangkan anggota masyarakat untuk ikut Pilkada," kata dia.


Solusi

Syamsurizal memberikan solusi atas munculnya peningkatan paslon tunggal. Pertama, partai menjadi tempat menyaring calon terbaik. Sehingga partai tidak mempertimbangkan kepentingan lain karena partai sudah memiliki dana yang cukup.

"Sehingga yang bergantung masalah pendanaan sudah tidak menjadi pertimbangan lagi. Partai hanya mempertimbangkan saja bagaimana calon yang layak untuk memimpin suatu daerah," jelasnya.

Kedua, perubahan sistem pemilihan yang tidak lagi pemilihan langsung tetapi melalui DPRD. Misalnya, kalau masyarakat menghendaki kepala daerah petahana melanjutkan masa kepemimpinannya, maka masyarakat tinggal mencalonkan dan pemilihan hanya simbolis saja di DPRD.

"Ke depannya kita sekedar mengirimkan calon formalitas saja," katanya.

Ketiga, persyaratan calon independen diperlonggar misalnya tidak terlalu banyak untuk mendapatkan dukungan masyarakat melalui pengumpulan kartu tanda penduduk.

"Ini perlu dipertimbangkan agar demokrasi yang baik," katanya.

tag: #calon-tunggal-kepala-daerah  #pilkada-2020  #komisi-ii  #syamsurizal  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Petinggi Gelora Berdalih, Dukungan ke Gibran dan Bobby Bukan Langgengkan Dinasti Politik

Oleh Rihad
pada hari Sabtu, 19 Sep 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Gelora Indonesia mendukung pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakoso di Pilkada Kota Solo, Jawa Tengah. Gelora juga mendukung duet Bobby Nasution-Aulia Rahman Rajh di ...
Berita

Dengan Alasan Apapun Tidak Dibenarkan Melakukan Tindak Kekerasan terhadap Anak

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Rabu, 16 September 2020 lalu, publik dihebohkan dengan pemberitaan di beberapa media nasional maupun lokal terkait orang tua yang tega membunuh anak kandungnya sendiri ...