Oleh Alfin Pulungan pada hari Rabu, 16 Sep 2020 - 09:41:05 WIB
Bagikan Berita ini :

Pelaksanaan Umrah di Arab Saudi Masih Tanda Tanya

tscom_news_photo_1600223949.jpeg
Ka'bah (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali, mengatakan Pemerintah Arab Saudi sampai saat kini belum mengeluarkan pengumuman kapan penyelenggaraan ibadah umrah akan dibuka kembali.

Pemerintah Saudi sebelumnya telah memastikan bahwa izin penerbangan dan pelabuhan akan kembali dibuka setelah 1 Januari 2021. Namun terkait pelaksanaan Umrah, menurut Endang, masih harus menunggu kepastian.

"Terkait umrah belum ada pengumuman resmi. Pernyataan Mendagri Saudi menegaskan bahwa rencana izin pembukaan kembali pelaksanaan umrah akan diumumkan secara bertahap, dan akan diputuskan kemudian berdasarkan perkembangan pandemik," kata Endang, seperti dilansir laman resmi Kemenag, Rabu, 16 September 2020.

Endang mengatan KJRI Jeddah akan terus memantau perkembangan keputusan Saudi terkait umrah dan mendalami pernyataan Saudi yang berencana mengumumkan secara bertahap. “Apakah akan dibuka untuk warga lokal terlebih dahulu atau bagaimana. Ini masih kami klarifikasi,” katanya.

Endang Jumali


Menurut Endang, izin penerbangan dan pelabuhan yang diedarkan Kementerian Dalam Negeri Saudi nantinya juga akan diperbarui 30 hari sebelum waktu yang ditentukan dengan mempertimbangkan situasi yang berkembang.

“Jika diperlukan, Kementerian Kesehatan dapat mengajukan permintaan untuk menetapkan persyaratan kesehatan preventif bagi penumpang dan transportasi pada saat perjalanan, di terminal bandara, pelabuhan, dan stasiun,” kata Endang.

Kendati demikian, Saudi memberikan pengecualian dengan mengizinkan beberapa kategori warga Saudi untuk bepergian dengan mematuhi ketentuan yang ada.

Mereka yang mendapat pengecualian adalah pegawai negeri, baik sipil maupun militer, yang ditugaskan untuk tugas resmi; pegawai pada perwakilan diplomatik, konsulat, serta atase Saudi di luar negeri; pegawai lembaga publik, swasta, dan mereka yang memiliki kedudukan pekerjaan di perusahaan di luar Saudi.

Selain mereka, pengecualian juga berlaku bagi pengusaha yang bisnisnya menuntut melakukan perjalanan; pasien yang memerlukan perjalanan ke luar Saudi untuk perawatan; serta pelajar yang memerlukan perjalanan ke negara tempat mereka belajar.

“Saudi juga mengizinkan masuknya warga non-Saudi yang memiliki visa keluar dan masuk kembali, visa kerja, visa izin tinggal, atau visa kunjungan,” kata Endang.

tag: #umrah  #arab-saudi  #kjri-jeddah  #covid-19  #kementerian-agama  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Sebut Omnibus Law Untungkan Mahasiswa, Moeldoko: Yang Paham Tidak Akan Turun ke Jalan

Oleh Alfin Pulungan
pada hari Kamis, 22 Okt 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, mengatakan aksi unjuk rasa mahasiswa yang menolak Omnibus Law Undang-undang (UU) Cipta Kerja bertolak belakang dengan manfaat yang ...
Berita

Satu Tahun Pemerintahan Jokowi, JPPI Berikan Rapor Merah Di Sektor Pendidikan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menilai pendidikan belum menjadi prioritas negara selama satu tahun kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres ...