Oleh Alfin Pulungan pada hari Rabu, 16 Sep 2020 - 13:46:45 WIB
Bagikan Berita ini :

Sikapi Kasus Penyerangan Syekh Ali Jaber, Fachrul Razi: Keamanan Ulama Tanggung Jawab Bersama

tscom_news_photo_1600238795.jpeg
Menteri Agama Fachrul Razi (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Menteri Agama Fachrul Razi menekankan bahwa perlindungan dan keamanan ulama menjadi tanggung jawab semua pihak. Respons ini menyusul atas peristiwa penusukan terhadap Syekh Ali Jaber di Lampung, Ahad (13/3) lalu.

"Keamanan ulama dan pendakwah menjadi tanggung jawab bersama. Tidak hanya pihak keamanan, tapi juga panitia yang mengundangnya," kata Fachrul dalam siaran pers resmi Kemenag, Rabu, 16 September 2020.

Fachrul pun mengimbau jemaah dan panitia yang menyelenggarakan pengajian tidak hanya fokus pada pelaksanaan acara, namun juga turut memperhatikan keselamatan ulama atau dai yang menjadi penceramah. Upaya ini sebagai bentuk kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan.

"Saya imbau, semua pihak untuk ikut menjaga kelancaran acara, termasuk keamanan pendakwah," kata Fachrul.

Ia pun berharap peristiwa penyerangan terhadap ulama tak terulang lagi dan umat dapat menjalani kehidupan keagamaan yang rukun dan damai.

Seperti diketahui, Syekh Ali Jaber ditusuk seorang pria pada Minggu (13/9) kemarin. Peristiwa ini terjadi saat Syekh Ali Jaber mengisi ceramah di Masjid Falahuddin, Bandar Lampung. Akibatnya, tangan kanan pendakwah itu terluka akibat tusukan.

Peristiwa ini juga mendapat reaksi dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Lampung. Mereka mendesak kepolisian yang menangani kasus penusukan ulama terkenal di Indonesia Syekh Ali Jaber seterang-terangnya. Pengungkapan kasus dan motif penusukan tersebut, menjadi penting agar tidak terulang kembali kasus yang sama di tempat berbeda.

Adapun tersangka yang merupakan pelaku penyerangan langsung diringkus dan diserahkan ke polisi. Tersangka yang berinisial AA (27) itu kini ditahan selama 20 hari ke depan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono menuturkan, pihaknya sudah memeriksa delapan orang saksi dalam perkara tersebut. Namun, ia tidak merinci siapa saja saksi yang sudah diperiksa.

Pelaku dijerat dengan pasal-pasal terkait penganiayaan berat dan membawa senjata tajam tanpa hak.

"Sesuai Pasal 351 ayat 2 (KUHP) dengan ancaman pidana penjara 5 tahun dan Pasal 2 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman pidana penjara 10 tahun," kata Awi.

tag: #syekh-ali-jaber-ditusuk  #fachrul-razi  #kementerian-agama  #penganiayaan-ulama  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Sebut Omnibus Law Untungkan Mahasiswa, Moeldoko: Yang Paham Tidak Akan Turun ke Jalan

Oleh Alfin Pulungan
pada hari Kamis, 22 Okt 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, mengatakan aksi unjuk rasa mahasiswa yang menolak Omnibus Law Undang-undang (UU) Cipta Kerja bertolak belakang dengan manfaat yang ...
Berita

Satu Tahun Pemerintahan Jokowi, JPPI Berikan Rapor Merah Di Sektor Pendidikan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menilai pendidikan belum menjadi prioritas negara selama satu tahun kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres ...