Oleh Givary Apriman pada hari Kamis, 17 Sep 2020 - 20:33:59 WIB
Bagikan Berita ini :

Sudah Darurat, Din Syamsuddin Minta Jokowi Pimpin Langsung Penanganan Covid

tscom_news_photo_1600349621.jpg
Din Syamsuddin (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Ketua Umum Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (PIM) Din Syamsuddin mengatakan sudah saatnya untuk Presiden Joko Widodo harus mengambil alih penanganan Covid-19 di Indonesia.

Menurutnya, penunjukan kembali sosok untuk memimpin penanganan wabah pandemi corona akan memiliki dampak yang signifikan.

"Kembalikan sistem pemerintah yang dipimpin Presiden dengan keteladanan, ajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut juga dalam penanganan Covid-19," kata Din dalam sebuah diskusi webinar, Kamis (17/09/2020).

Din menilai belum terlambat menyelesaikan kasus corona di Indonesia jika Jokowi ingin mengambil alih kepemimpinan penanganan Covid-19.

Deklarator KAMI tersebut juga menuturkan agar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta dilakukan secara optimal karena menurutnya sejauh ini PSBB jilid II DKI Jakarta tidak menyelesaikan masalah.

"Memang PSBB harus yang serius karena yang jilid II DKI tak akan menyelesaikan masalah kalau dilakukan tidak maksimal," tuturnya.

Din pun meminta semua tokoh masyarakat turut membantu pemerintah termasuk tokoh agama untuk melawan wabah pandemi corona.

Dengan begitu Din mengharapkan supaya masyarakat bisa jadi lebih siaga terhadap virus corona yang kian meningkat kasusnya di Indonesia.

"Memang masyarakat harus digalang dan ini tugas tokoh agama. Kan ada tertulis jikalau ada wabah jangan keluar rumah, jangan ke tempat yang ada wabahnya. Jadi ini perlu kita lakukan," pungkasnya.

tag: #din-syamsuddin  #corona  #jokowi  #kami  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Teropong Public Relation Award 2020
advertisement
Teropong Democracy Award 2020
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement