Oleh Givary Apriman pada hari Selasa, 29 Sep 2020 - 21:17:49 WIB
Bagikan Berita ini :

Wakil Ketua MPR RI Sesalkan Sikap Vanuatu Soal Papua

tscom_news_photo_1601383426.JPG
Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan (Sumber foto : Teropong Senayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan menyesalkan dan memprotes keras sikap Perdana Menteri Vanuatu dalam Sidang Umum PBB yang kembali menuduh Indonesia telah melakukan pelanggaran HAM di Papua dan Papua Barat.

Syarief Hasan mengatakan bahwa Vanuatu salah satu negara yang sangat kecil di kawasan Pasifik ini mendapatkan informasi yang salah dan keliru.

Sebab, Papua dan Papua Barat yang merupakan bagian dari Indonesia adalah provinsi yang paling mendapatkan perhatian dalam pemerataan pembangunan satu dekade terakhir.

“Isu pelanggaran HAM di Papua dan Papua Barat tidaklah benar. Bahkan TNI dan Polri lah yang berusaha melindungi masyarakat Papua dan Papua Barat dari serangan-serangan yang berulangkali dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata, Vanuatu jelas telah mendapatkan informasi yang keliru dan menyesatkan," kata Syarief Hasan melalui keteranganya, Selasa (29/09/2020).

Politisi Demokrat yang juga membidangi Luar Negeri dan Pertahanan ini menilai ada upaya dari Vanuatu untuk membantu menyuarakan kepentingan organisasi Papua merdeka.

“Ini bukan kali pertama Vanuatu menuduh Indonesia. Pemerintah harus mengambil langkah tegas terkait hal ini," ujarnya.

Menurut Syarief, hampir setiap tahun Vanuatu selalu mengangkat secara subjektif dan menyesatkan terkait isu pelanggaran HAM di Papua.

Bahkan, kata dia, Vanuatu pernah menyeludupkan penggerak pembebasan Papua Barat, Benny Wenda bersama delegasi Vanuatu di Kantor Komisi Tinggi HAM PBB tanpa sepengetahuan Komisioner Tinggi HAM PBB.

Ia pun mendorong Pemerintah untuk mengevaluasi hubungan diplomatik Indonesia dengan Vanuatu.

“Tindakan yang dilakukan Vanuatu dengan terus menerus mengangkat isu Papua dan Papua Barat yang merupakan wilayah sah kedaulatan Indonesia dan sikap Vanuatu tersebut yang mencampuri urusan internal Indonesia adalah telah menciderai hubungan diplomatik kedua negara," tegasnya.

Di sisi lain anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini mengapresiasi para diplomat muda Indonesia di PBB yang terus menggunakan hak jawab membela teritorial Indonesia.

“Bagaimana Nara Rahmatia pada tahun 2016, lalu Ainan Nuran pada tahun 2017, Aloysus Selwas Taborat yang merupakan pemuda asli Papua pada tahun 2018, Ray pada tahun 2019, dan terbaru Silvany Austin Pasaribu yang menggunakan hak jawab untuk membela teritorial Indonesia di Sidang PBB harus mendapatkan apresiasi,” puji Syarief.

tag: #mpr  #partai-demokrat  #papua  #pbb  #dpr  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
56 Tahun Telkom Indonesia
advertisement
Dompet Dhuafa x Teropong Senayan : Qurban
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Lainnya
Berita

Soal PP Statuta UI, Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham: Semua Pihak Harus Tenang dan Objektif

Oleh La Aswan
pada hari Sabtu, 24 Jul 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham Freddy Harris menduga ada permainan politik di balik isu rangkap jabatan Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro. Freddy ...
Berita

DPR Minta Aparat Polisi Selidiki Hilangnya Obat Terapi Covid-19

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sufmi Dasco Ahmad meminta polisi menyelidiki kosongnya obat-obatan terapi Covid-19. Hal tersebut disampaikan Dasco menanggapi ...