Oleh Alfin Pulungan pada hari Selasa, 13 Okt 2020 - 17:41:18 WIB
Bagikan Berita ini :

Banyak UMKM Tumbang di Musim Krisis, Anggota DPR Desak Bantuan Pemerintah

tscom_news_photo_1602585666.jpeg
Pelaku UMKM (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Anggota Komisi Keuangan (Komisi XI) DPR, Anis Byarwati, mengatakan saat ini banyak usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) yang tumbang akibat terimbas dampak pandemi. Umumnya usaha mikro yang terdampak adalah usaha yang bergerak di perkampungan dan tidak memiliki cukup modal untuk bertahan.

“Banyak UMKM yang tidak memiliki daya tahan terhadap pandemi ini, terutama yang ultra mikro. Usaha-usaha kecil yang letaknya di kampung-kampung. Jangankan untuk berkembang, untuk bertahan hidup saja mereka kesulitan luar biasa,” kata Anis dalam keterangan tertulis, Selasa, 13 Oktober 2020.

Anis mengutip data yang disampaikan Kementerian Koperasi, jumlah UMKM di Indonesia sebanyak 59,2 juta. Dari total tersebut, yang sudah go digital baru sejumlah 8 juta atau 14 persen dari jumlah keseluruhannya. “Padahal tuntutan sekarang ini ditambah pandemi Covid-19, digital net menjadi satu perangkat yang betul-betul vital untuk UMKM bisa bertahan,” kata Anis.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mendesak pemerintah hadir membantu para pelaku usaha mikro yang kini terkatung-katung. Pasalnya, banyak di antara mereka yang hanya menggantungkan hidup dari usahanya.

Apalagi, kata dia, saat krisis akibat pandemi ini belum melanda Indonesia, keuntungan yang mereka dapatkan tidak terlalu besar. Kondisi krisis sekarang tentu menjadikan usaha mereka makin terpuruk.

"Untuk memperoleh modal saja, mereka merasa kesulitan. Itulah sebabnya, pemanfaatan dana-dana bantuan dari pemerintah betul-betul harus tepat sasaran,” kata anggota Badan Legislasi DPR ini.

Ia juga mengingatkan bahwa sektor UMKM menjadi pemeran utama dalam pertumbuhan ekonomi nasional, yakni sebesar 99 persen dan menyumbang 60 persen PDB nasional.

Anis Byarwati


Anis menilai bahwa yang dibutuhkan UMKM sekarang tidak hanya kebutuhan modal dan pengembangan usahanya. Namun, kebutuhan hidup mereka seperti bantuan sosial bahan pokok untuk bertahan hidup juga harus diberikan.

Adapun kebutuhan modal dan pengembangan usaha ditujukan agar mereka mampu memiliki dan meningkatkan daya belinya.

“Masalahnya, UMKM ini biasanya pangsa pasarnya adalah masyarakat menengah dan bawah yang sekarang menahan belanja karena kondisi pandemi. Disitulah UMKM sangat terdampak,” jelasnya.

Menurutnya, PKS berkomitmen untuk terus mengawasi dan mengingatkan Pemerintah. “Karena eksekusi semua kebijakan bukan ditangan DPR tetapi ditangan Pemerintah. Jadi kami akan terus meminta pemerintah untuk melancarkan serapan dana untuk UMKM,” pungkasnya.

tag: #umkm  #ekonomi-indonesia  #covid-19  #komisi-xi  #anis-byarwati  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Bisnis

Perjuangan Nur Kholis Huda Agar Siswanya Bisa Belajar Daring dengan Aplikasi Jagoapa

Oleh Givary Apriman
pada hari Rabu, 02 Des 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Nur Kholis Huda (36), adalah Kepala Sekolah SDN Gondanglor 1, kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan yang perjuangannya patut menjadi teladan bagi banyak ...
Bisnis

Hutama Karya: Jalan Tol Sumatera Aman, Tidak Ada Laporan Kejahatan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-PT Hutama Karya (Persero) menyatakan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) aman. "Hutama Karya memastikan keamanan di sepanjang jalan tol termasuk di tempat peristirahatan ...