Oleh Alfin Pulungan pada hari Rabu, 14 Okt 2020 - 08:21:30 WIB
Bagikan Berita ini :

Penangkapan Petinggi KAMI Dinilai untuk Menakut-nakuti Pengkritik UU Cipta Kerja

tscom_news_photo_1602638418.jpg
Petinggi KAMI yang ditangkap polisi (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengatakan penangkapan pengurus Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) telah mengancam kebebasan berpendapat.

Menurutnya, penangkapan tersebut dilakukan untuk menyebar ketakutan pada pihak yang mengkritik pengesahan omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja.

“Ini dilakukan untuk menyebar ketakutan di antara mereka yang mengkritik pengesahan UU Cipta Kerja," kata Usman dalam keterangan tertulis, Selasa 13 Oktober 2020.

Usman menegaskan dengan penangkapan ini kebebasan berekspresi di Indonesia terancam. Ia melihat ini merupakan upaya untuk mengintimidasi oposisi dan yang mengkritik rezim penguasa.

Ia mengimbuhkan adanya kasus penangkapan ini membuat Presiden Jokowi melanggar janjinya terkait perlindungan terhadap hak asasi manusia. "Negara harus menghentikan segala bentuk intimidasi terhadap mereka yang mengkritik dan memastikan penghormatan penuh terhadap hak asasi manusia bagi siapa saja, termasuk pihak oposisi," katanya.

Usman Hamid


Usman mendesak polisi untuk segera membebaskan ketiga pengurus KAMI yang ditangkap karena mempraktikkan kebebasan berbicara.

Sebelumnya Polisi menangkap pengurus KAMI, Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat dan Anton Permana. Berdasarkan surat penangkapan bernomor SP/Kap/165/X/2020/ Direktorat Tindak Pidana Siber tertanggal 13 Oktober 2020. Dalam surat tersebut tertulis bahwa Syahganda ditangkap setelah diduga menyebarkan berita bohong atau hoaks melalui akun Twitter pribadinya.

"Diduga keras telah melakukan tindak pidana menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan menerbitkan keonaran di kalangan rakyat," demikian pernyataan dalam surat perintah penangkapan tersebut.

tag: #kami  #amnesty-international  #uu-cipta-kerja  #polisi  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
56 Tahun Telkom Indonesia
advertisement
Dompet Dhuafa x Teropong Senayan : Qurban
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Lainnya
Berita

Surtiah, Ibu yang Peluk Jazad Anaknya, Akhirnya Meninggal Karena Covid-19

Oleh Rihad
pada hari Sabtu, 24 Jul 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Surtiah (70 tahun), ibu yang peluk jasad anaknya, akhirnya meninggal dunia pada Sabtu (24/07/2021). Ia sempat menjalani isolasi mandiri, setelah diketahui positif COVID-19. ...
Berita

Perusahaan Didorong Tertib Kepesertaan untuk Pastikan BSU Tepat Sasaran

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Setelah akhir pekan lalu Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) memberikan keterangan persnya terkait penyaluran kembali Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada para pekerja ...