Oleh Bachtiar pada hari Selasa, 20 Okt 2020 - 16:11:23 WIB
Bagikan Berita ini :

PKS: Satu Tahun Jokowi-Ma'ruf; Gaduh, Gagap, Gagal

tscom_news_photo_1603185083.jpg
Sukamta Politikus PKS (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Sukamta menilai satu tahun Jokowi-Ma"ruf lebih banyak diwarnai dengan kegaduhan dan kegagapan.

Kondisi ini menurutnya menyebabkan negara dan rakyat berjalan tanpa arah, padahal Indonesia saat ini sedang mengalami krisis ekonomi yang cukup berat akibat pandemi.

"Para menteri pembantu presiden pada periode ini kesannya hanya pandai bikin gaduh, ada pak Menag yang buat pernyataan larangan cadar dan celana cingkrang, kemudian juga wacanakan sertifikasi penceramah. Kemudian disusul Pak Mendagri soal wacana Pilkada tak langsung, Pak Menkumham yang buat pernyataan kaitkan kejahatan banyak terjadi di daerah miskin. Dan masih banyak lagi menteri yang buat kegaduhan di publik karena statemennya. Termasuk pak Menkes yang sering buat pernyataan yang terkesan sepelekan virus Corona," ungkap Politikus PKS itu dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2020).

"Kegaduhan ini berimbas kepada kegaduhan di media sosial juga di masyarakat. Sementara kinerja menteri tidak jelas karena tertutup pernyataan kontroversi."

Sukamta memandang dengan banyaknya kegaduhan, situasi ekonomi yang sudah buruk akan semakin sulit teratasi. Apalagi pemerintah dalam penanganan pandemi ini terlihat gagap dan seadanya.

"Sejak awal pemerintah sudah terlihat tidak punya konsep, lemah dalam melakukan 3T (testing, tracing, dan treatment). Menurut worldometers jumlah tes yang dilakukan di Indonesia baru 15 per 1000 penduduk, kalah dari Filipina 39 per 1000 penduduk dan India 60 tes per 1000 penduduk. Sekarang yang paling diandalkan vaksin impor. Jika pandemi tidak cepat diatasi, ekonomi akan lebih sulit dipulihkan."

Anggota DPR RI asal Yogyakarta ini lebih lanjut menyebut satu tahun Jokowi-Ma"ruf bisa dikatakan gagal penuhi target pembangunan terutama di sektor ekonomi. Menurutnya pandemi Covid-19 tidak bisa menjadi alibi atas kegagalan penuhi target.

"Sebelum pandemi datang, kinerja ekonomi sudah kedodoran. Target pertumbuhan ekonomi 5,3 persen di 2019 tidak tercapai, tercatat hanya 5,02 persen. Selama 6 tahun pemerintahan Jokowi, telah menambah utang Rp2.833,14 triliun sehingga menurut BI total per Agustus 2020 utang Indonesia mencapai Rp6.093 triliun. Sementara banyak petani dan nelayan yang menjerit karena harga jual yang sangat rendah baik sebelum dan saat pandemi. Saat ini yang jadi fokus pemerintah kejar tayang cari investor supaya ekonomi bisa segera pulih dengan Omnibus UU Cipta Kerja," ungkapnya.

Sukamta berharap Pemerintah segera menyadari kelemahan dan kekeliruan yang terjadi.

"Pilihannya hanya satu harus segera berbenah, selesaikan persoalan prioritas saat ini yaitu pandemi, perkuat ekonomi rakyat dan siapkan lompatan dengan inovasi berbasis teknologi. Orientasi pemerintah harus jadikan Indonesia negeri produsen, bukan mengandalkan hutang, investasi asing dan impor seperti yang terjadi selama ini," pungkasnya.

tag: #kinerja-jokowi  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Polisi Panggil Habib Rizieq, FPI Masih Lihat Kondisi

Oleh Rihad
pada hari Senin, 30 Nov 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Polisi telah mengantar surat pemanggilan untuk Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab, di Petamburan, Jakarta Pusat, Minggu (29/11). Habib Rizieq sendiri sudah pulang dari RS ...
Berita

Dikabarkan Melalui Video, Ketua NU Positif Covid-19

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj dinyatakan positif corona. Hal itu berdasarkan hasil swab atau PCR pada Sabtu (28/11). "Hasil PCR swab Prof Dr. Said Aqil Sirodj ...