Oleh Givary Apriman pada hari Rabu, 21 Okt 2020 - 10:58:29 WIB
Bagikan Berita ini :

Pemerintah Sering Didemo, Luhut Berikan Sindiran Keras

tscom_news_photo_1603252699.JPG
Luhut Binsar Pandjaitan (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan menyindir kepada masyarakat yang masih melakukan demonstrasi di tengah pandemi Covid-19.

Saat ini, Luhut memaparkan ketertinggalan Indonesia dalam adaptasi revolusi industri 4.0. Menurut Luhut, Indonesia harus mengejar ketertinggalan itu.

"Sekarang saya masuk pada Indonesia 4.0. Revolusi industri dalam peradaban manusia kalau kita lihat itu akhir abad 18, 20, awal tahun 70 dan saat ini. Nah ini memang berkembang semua teknologi ini. AI, IoT, Advanced Robotics, dan terus. Ini juga berkembang terus teknologi ini," papar Luhut melalui keteranganya, Rabu (21/10/2020).

"Indonesia perlu mengejar ketertinggalan dalam adaptasi industri 4.0. Kalau anda lihat kita ini nomor dua dari bawah. Ini planning phase jauh dibandingkan Jerman, AS, Inggris, maupun Tiongkok. Jadi ini sekarang yang menjadi upaya kita untuk ngejar. Kita nggak bisa berhenti begini, tapi memang kita sendiri harus kompak," sambungnya.

Luhut lantas mengatakan di dalam negeri, masyarakat kerap membicarakan hal-hal yang tidak perlu dibicarakan dan semua itu menghabiskan energi.

"Padahal semua berjalan baik. Karena ini birahi-birahi politik yang tidak paham. Jadi yang membuat itupun menurut saya juga nggak jelas juga ini orang. Lagi keadaan susah begini masih demo-demo lagi," katanya.

Saat sesi tanya jawab, eks Kepala Kantor Staf Presiden itu kembali menekankan, Indonesia bisa menuntaskan revolusi industri 4.0 apabila ada keinginan kita semua.

Oleh karena itu, Luhut mengajak semua pihak jangan menghabiskan energi untuk memikirkan perbedaan.

"Banyak saya lihat bicara yang nggak perlu-perlu. Nah sekarang kalau kita fokus, orang semua bicara sudah bagaimana efisiensi, bagaimana profesionalisme, bagaimana kualitas pendidikan," katanya.

"Orang bicara itu. Kita masih bicara perbedaan inilah, perbedaan itulah. Demolah. Nggak tahu yang didemo apanya. Dan repotnya kalau saya beritahu itu, banyak orang mantan pejabat-pejabat pangkatnya tinggi-tinggi mikirnya nggak tahu ke mana tuh. Jadi membuat kita bisa tersendat majunya," tambahnya demikian.

tag: #demonstrasi  #luhut-binsar-pandjaitan  #covid-19  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa x Teropong Senayan : Qurban
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Lainnya
Berita

Ditemukan Varian Baru Covid-19, Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Diminta Ditunda

Oleh Sahlan Ake
pada hari Minggu, 20 Jun 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Niatan untuk menggelar kembali pembelajaran secara tatap muka di sekolah diapresiasi oleh Wakil Ketua MPR Dr. H. Jazilul Fawaid.  “Meski kapasitas siswa yang ...
Berita

Kasus Positif di Yogya Semakin Serius, Ribuan Orang Dilarang Masuk Kawasan Wisata Bantul

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Ribuan wisatawan yang berniat berkunjung ke Bantul harus kecewa karena dipaksa putar balik oleh tim gabungan antara Satpol PP dengan Dinas Perhubungan TNI dan Polri yang ...