Oleh Givary Apriman pada hari Sabtu, 31 Okt 2020 - 13:05:24 WIB
Bagikan Berita ini :

DPD : Indonesia Harus Siap Hadapi Perang Dunia Ke III, Apa Pemicunya?

tscom_news_photo_1604124313.jpg&width=640&height=427
Prof Jimly Asshiddiqie (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Anggota DPD RI Prof Jimly Asshiddiqie mengatakan kalau saat ini Indonesia mesti bersiap menghadapi potensi perang dunia ketiga setelah dua negara adidaya China dan Amerika Serikat mencapai puncak pertempurannya.

Terlebih saat ini Indonesia menjadi "barang rebutan" kedua negara tersebut lantaran Indonesia merupakan negara yang sangat strategis.

"Mengingatkan semua warga bangsa kita bahwa kita ini sedang berada di bawah ancaman perang dunia ketiga. Jadi kita kita musti antisipasi kemungkinan-kemungkinan," kata Jimly melalui keteranganya, Sabtu (31/10/2020).

Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) tersebut menuturkan kalau kondisi saat ini yang terjadi Indonesia menjadi rebutan dari kedua negara adidaya tersebut karena Indonesia berada dalam posisi strategis.

"Dunia melihat Indonesia ini strategis. Maka semua kekuatan (Amerika dan China) itu rebutan bagaimana mempengaruhi Indonesia," tuturnya.

Apalagi, ujar Jimly, medan tempur perang dunia ketiga nanti itu bukan di wilayah sekitaran Amerika Serikat, melainkan di wilayah Laut China Selatan.

"Medan tempurnya itu bukan di wilayah dekat Amerika tapi di Laut Cina Selatan," ujarnya.

Atas dasar itu, pakar hukum tata negara ini berharap kepada pemimpin bangsa dalam hal ini pemerintah untuk menyudahi "perang sendiri" di dalam negeri.

Sebab, negara-negara di dunia tengah mempersiapkan langkah taktis dan strategis menghadapi perang dunia ketiga yang tinggal menunggu momentumnya tiba.

"Maka bangsa Indonesia jangan perang sendiri. Di intern pemerintah jangan perang sendiri dengan rakyatnya gitu loh. Di dalam negeri kita jangan asik perang sendiri, keluar kita nonton lalu kejepit," paparnya.

"Ini kesempatan kita membuktikan tegak lurusnya politik luar negeri kita non-blok, aktif, bebas, menentukan dan berperan untuk membangun perdamaian dunia. Sambil, supaya kepentingan nasional kepentingan rakyat itu dahulukan," sambungnya demikian.

tag: #jimlyasshiddiqie  #dpd  #icmi  #indonesia  #amerika-serikat  #china  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: I Nyoman Parta
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Adies Kadir
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Ali Wongso Sinaga
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Lainnya
Berita

Daya Beli Masyarakat Masih Lemah, Legislator Demokrat Ini Sebut Kenaikan PPN Tidak Relevan

Oleh Bachtiar
pada hari Sabtu, 15 Mei 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi XI DPR RI Didi Irawadi Syamsuddin menilai, rencana pemerintah melalui Kementerian Keuangan untuk menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tahun depan ...
Berita

Diduga Penumpang Lakukan Swafoto, Perahu Oleng dan Tenggelam, 9 Orang Hilang

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Perahu yang ditumpangi sekitar 20 orang wisatawan lokal mengalami kecelakaan dan tenggelam di Waduk Kedung Ombo, Dukuh Bulu Desa Wonoharjo Kecamatan Kemusu, Kabupaten ...