Oleh Givary Apriman pada hari Rabu, 04 Nov 2020 - 09:24:11 WIB
Bagikan Berita ini :

Usai Jokowi Teken UU Cipta Kerja, AMAN Sebut Wilayah Adat Harus Tetap Dijaga

tscom_news_photo_1604456564.jpg
Presiden Jokowi (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Presiden Jokowi resmi telah teken UU Cipta Kerja, dan menaggapi hal tersebut Masyarakat Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) menyerukan sikap siaga menjaga wilayah adat.

Sekretaris Jenderal AMAN Rukka Sombolinggi mengatakan kalau Omnibus Law UU Cipta Kerja adalah ancaman besar bagi masyarakat adat, konflik agraria berpotensi semakin meluas.

"Jaga Wilayah Adatmu! Siaga! Siaga! Siaga! Brace for Impacts! Masyarakat Adat sedang siap siaga!," kata Rukka melalui keteranganya, Selasa (03/11/2020).

Rukka menyebut Bagi masyarakat adat, negara adalah ancaman terhadap wilayah adat mereka yang kaya akan sumber daya alam.

Terlebih kondisi seluruh negara saat ini tengah berusaha memulihkan ekonomi nasional akibat wabah Pandemi Covid-19 yang belum usai.

"Wilayah adat yang kaya sumber daya akan jadi sasaran lagi. Dimuluskan pula oleh Omnibus Law, maka sudah pasti ancaman akan bertambah kuat di wilayah-wilayah adat. Perampasan Wilayah Adat, Kriminalisasi, Pemiskinan, Peminggiran semakin kuat terhadap Perempuan Adat!" pungkasnya.

Sebelumnya, Juru bicara Presiden Fadjroel Rachman mengatakan kalau Presiden secara resmi menandatangani naskah UU Cipta Kerja pada tanggal 2 November 2020 menjadi UU Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Fadjroel juga mengatakan kalau UU tersebut diundangkan dalam lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2020 Nomor 245.

"Alhamdulillah, terimakasih sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia dan puji syukur kepada Allah SWT," kata Fadjroel dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (03/11/2020).

tag: #jokowi  #uu-cipta-kerja  #omnibus-law  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
AMIN BANNER 01
advertisement
AMIN BANNER 02
advertisement
AMIN BANNER 03
advertisement
AMIN BANNER 04
advertisement
AMIN BANNER 06
advertisement
AMIN BANNER 08
advertisement