Oleh Rihad pada hari Kamis, 05 Nov 2020 - 23:47:14 WIB
Bagikan Berita ini :

BUMN Bisa Kerahkan Dana CSR untuk Angkat Ekonomi

tscom_news_photo_1604594767.png
Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira, (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira, menilai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bisa berperan memulihkan perekonomian, salah satunya lewat penggunaan dana Corporate Social and Responsibility (CSR).

Menurut Bhima, dana CSR dapat membantu pemerintah dalam percepatan penanganan perlindungan sosial, serta penanganan kesehatan agar aktivitas dan pergerakan ekonomi dapat kembali normal.

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 minus 3,49 persen. Kontraksi pertumbuhan ekonomi yang terjadi pada dua kuartal berturut-turut ini membuat Indonesia resmi memasuki resesi.

"Kalau seluruh dana CSR dikumpulkan, bisa membantu pemerintah dalam percepatan penanganan perlindungan sosial, misalnya mungkin ada protokol kesehatan yang belum ketat, diberikan masker atau alat kontrol kesehatan," kata Bhima dalam webinar yang diselenggarakan INDEF, Kamis (5/11).

Namun demikian, Bhima tidak menampik bahwa BUMN sebagai lokomotif perekonomian nasional juga saat ini menghadapi masalah penurunan laba, akibat dampak pandemi COVID-19.

Hampir sebagian besar BUMN, termasuk sektor farmasi yang saat ini masuk sebagai industri yang diuntungkan, juga mengalami penurunan laba, bahkan BUMN perbankan juga mengalami tekanan laba yang dalam.

Oleh karena itu, Bhima menyarankan agar BUMN yang masih meraup profit dapat melakukan penyerapan tenaga kerja lebih banyak guna mendorong percepatan pemulihan ekonomi.

PT Telkom Indonesia, misalnya, juga dapat memberikan bantuan subsidi internet, khususnya kepada UMKM agar pelaku usaha tersebut dapat masuk dalam ekosistem digital.

"Telkom ini dibutuhkan sekali untuk mensubsidi masyarakat, internet misalnya yang lebih terjangkau kepada pelaku UMKM, khususnya sehingga banyak pelaku UMKM yang masuk dalam ekosistem digital dan bisa mempertahankan omzetnya," kata Bhima.

Makin Baik

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia pada triwulan III-2020 mengalami kontraksi 3,49 persen (yoy), kata Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.

Dengan demikian, maka Indonesia resmi mengalami resesi seperti yang sudah dialami berbagai negara yang terdampak COVID-19, karena selama dua triwulan berturut-turut mengalami pertumbuhan negatif.

Sebelumnya, BPS juga mencatat terjadi kontraksi dalam perekonomian Indonesia pada triwulan II-2020 tumbuh minus 5,32 persen pada triwulan II-2020 karena pandemi COVID-19 telah membatasi aktivitas ekonomi.

Meski mengalami pertumbuhan negatif, namun secara kuartal (qtq) ekonomi mengalami kenaikan sebesar 5,05 persen pada triwulan III-2020, yang memperlihatkan adanya tanda-tanda pemulihan yang signifikan.

tag: #bumn  #csr  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
56 Tahun Telkom Indonesia
advertisement
Dompet Dhuafa x Teropong Senayan : Qurban
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Lainnya
Berita

Pimpinan DPR: Fasilitas Hotel Untuk Isoman DPR Belum Diperlukan

Oleh La Aswan
pada hari Jumat, 30 Jul 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Puan Maharani meminta Sekretariat Jenderal DPR mengevaluasi kembali rencana penyediaan hotel untuk fasilitas isolasi pasien Covid-19 dari ...
Berita

Anggap Bukan Persoalan Sepele, Pengamat Ini Dorong Adanya Audit Terhadap 12 Juta Vaksin

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Pemerhati kebijakan sosial politik, Gde Siriana Yusuf mendesak Kementerian Kesehatan dan Kementerian BUMN memberikan penjelasan yang memadai terkait status 12 juta vaksin ...