Oleh Givary Apriman pada hari Jumat, 20 Nov 2020 - 15:35:30 WIB
Bagikan Berita ini :

Hari Anak Dunia, Kepala BPIP: Kegembiraan Anak-Anak Berubah Saat Pandemi Covid-19

tscom_news_photo_1605861317.jpg
Kepala BPIP Prof Yudian Wahyudi dalam peluncuran produk pancamain, Jumat (20/11/2020). (Sumber foto : Teropong Senayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof. Yudian Wahyudi menyebut bahwa kondisi pandemi Covid-19 saat ini masih sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia, tak terkecuali anak-anak.

Hal ini diungkapkan Prof. Yudian saat memperingati Hari Anak Dunia (World Children Day) sekaligus peluncuran produk Pembinaan Ideologi Pancasila berupa Pancamain Indonesia.

Menurutnya perayaan untuk anak-anak ini seharusnya disambut dengan rasa penuh suka cita. Akan tetapi, keadaan ini berubah ketika Covid-19 melanda dunia.

"Tapi di masa pandemi seperti ini, kita belum bisa memberikan kegembiraan yang seharusnya mereka terima karena ada situasi seperti ini," kata Yudian di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020).

Bahkan, kata dia, ada sebagian pihak mengatakan bahwa pandemi ini telah menciptakan krisis tambahan untuk anak-anak di seluruh dunia, bukan saja Indonesia. Tak bisa dipungkiri, kondisi ini merupakan bagian dari ujian Tuhan Yang Maha Kuasa.

"Jadi siapapun itu nanti diuji, situasi ini sudah merubah kita, bahkan mengkawatirkan sekali bagi perubahan perjalanan hidup anak-anak kita di masa yang akan datang," ujar Pendiri Pondok Pesantren Nawasea Yogya.

Lanjut, menurutnya bukan berarti menganjurkan agar sekolah dibuka kembali tanpa mempertimbangkan protokol kesehatan. Yang terpenting adalah bagaimana bisa mengembangkan, menciptakan rangka medium dalam metode pembelarajan alternatif yang bisa turut berkontribusi bagi anak-anak. Hal ini penting untuk memastikan perkembangan anak- anak tanpa mengorbankan kesehatan fisik, mental, dan kebahagiaan mereka.

"Dalam hal inilah, kami ingin berkontribusi pada acara-acara alternatif dalam proses pembelajaran dan pengembangan karakter anak yang sesuai dengan tugas dan fungsi pokok BPIP dalam pembinaan,” Kata Yudian menuturkan.

Sejumlah dampak yang jelas adalah penutupan sekolah atau proses pembelajaran yang berganti secara daring (online). Bahkan, ia mengutip catatan Unesco yang menyatakan bahwa penutupan sekolah mempengaruhi 1,6 miliar murid di 190 negara atau setara dengan 90 persen anak usia sekolah di seluruh dunia.

Belum lagi, dampak lainnya yang dirasakan misalnya anak-anak tidak bisa bertemu kawan-kawan sebaya, berkurangnya kesempatan pergerakan fisik, hingga kehilangan rutinitas.

"Ini semua merupakan faktor yang mengkhawatirkan yang akan mempengaruhi perkembangan mental dan fisik anak-anak kita ke depan," ujar Guru Besar, lulusan pondok Pesantren.

tag: #bpip  #yudian-wahyudi  #covid-19  #anak-anak  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
56 Tahun Telkom Indonesia
advertisement
Dompet Dhuafa x Teropong Senayan : Qurban
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Lainnya
Berita

Polisi Sebut Informasi Seruan Aksi Jokowi End Game Adalah Hoax

Oleh La Aswan
pada hari Sabtu, 24 Jul 2021
  JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menegaskan, jajarannya tengah memburu pihak yang sengaja menyebarkan serta mengajak orang untuk melakukan aksi ...
Berita

Surtiah, Ibu yang Peluk Jazad Anaknya, Akhirnya Meninggal Karena Covid-19

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Surtiah (70 tahun), ibu yang peluk jasad anaknya, akhirnya meninggal dunia pada Sabtu (24/07/2021). Ia sempat menjalani isolasi mandiri, setelah diketahui positif COVID-19. ...