Oleh Givary Apriman pada hari Selasa, 24 Nov 2020 - 10:09:11 WIB
Bagikan Berita ini :

Pendidikan Karakter, Modal Awal Tanamkan Nilai Pancasila

tscom_news_photo_1606187341.jpg
Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP, Antonius Benny Susetyo memberikan materi dalam diskusi bertema "Aktualisasi Nilai Pancasila di Lingkunagn ASN Tenaga Pendidik Sebagai Teladan Dalam Bermasyarakat", di Ambon, Senin (23/11/2020). (Sumber foto : Humas BPIP)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Badan Pembinaan Ideologi Pancasila melalui Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi menyelenggarakan diskusi dengan tema "Aktualisasi Nilai Pancasila di Lingkunagn ASN Tenaga Pendidik Sebagai Teladan Dalam Bermasyarakat", di Ambon, Senin (23/11/2020).

Diskusi dengan peserta 100 ASN Tenaga Pendidik Ambon dihadiri oleh Rektor Universitas Pattimura, Martinus J. Sapteno yang menjelaskan bahwa tenaga pendidik harus mempunyai pemahaman yang utuh tentang nilai-nilai Pancasila.

"Jadi para guru harus mempunyai pemahaman yang utuh sehingga baru mentransformasikan kepada anak didiknya," kata Martinus.

Selain itu, Martinus juga menjelaskan bahwa dalam implementasi nilai Pancasila terlebih dahulu harus mampu bersikap jujur pada diri sendiri.

"Kita harus jujur kepada diri sendiri dulu, karena jika tidak, maka implementasi akan jauh dari itu. Selain itu, Kita harus cepat mengambil langkah dalam melawan radikalisme," ujarnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Husein mengatakan bahwa saat ini perlu pengamalan nilai Pancasila berdasarkan pengalaman dan praktis kepada peserta didik. Dia menuturkan untuk menciptakan Pancasila yang tertanam dalam karakter siswa harus mengintegrasikan nilai-nilainya ke seluruh mata pelajaran dan terkatualisasi dalam ekstrakurikuler.

Sementara itu, Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Antonius Benny Susetyo menegaskan bahwa ASN mempunyai tugas besar dalam aktualisasi nilai-nilai Pancasila. Sebab itu, mereka adalah abdi negara yang harus menjadi teladan dalam mengawal dan menjaga nilai-nilai Pancasila.

Selain itu Benny menjelaskan bahwa salah satu masalah yang dihadapi bangsa ini adalah rendahnya literasi.

"Problem kita sekarang ini adalah literasi kita rendah. Negara kita majemuk namun jika tidak kritis dalam menghadapi kekayaan dan keberagaman ini khususnya dalam penyebaran informasi maka hoax akan menghancurkan semuanya. Diera digitalisasi orang kehilangan kedalaman, literasi, dan percaya informasi bohong." kata Benny.

Yang diperlukan saat ini, kata Benny, adalah pendidikan karakter di mana orang tua yang bertanggungjawab menanamkan hal tersebut.

"Sekarang ini interaksi dan komunikasi khususnya dalam proses pembelajaran dari anak dan ibu kurang karena tergantikan oleh kemajuan teknologi. Padahal dari komunikasi langsung ini ada pembentukan karakter. Oleh karena itu pendidikan karakter utama adalah dikeluarga khususnya orang tua dan kemudian disekolah," ujarnya.

Benny menilai bahwa peran penyelenggara negara berperan dalam penanaman nilai Pancasila baik dalam mensejahterakan masyakat atau keadilan sosial dan sebagainya. Memperjuangkan kebenaran, anti kezaliman, dan membela keadilan merupakan hal yang harus dilakukan oleh penyelenggara negara seperti yang diutarakan Bung Hatta.

"Hatta menjelaskan Pengakuan itu mewajibkan manusia di dalam hidupnya membela keadilan, dengan kelanjutannya: menentang kedzoliman. ini harus menjadi sumber sila-sila selanjutnya dan dilakukan oleh penyelenggara negara. Ini harus dipublikasikan," tutup Benny.

Ke depan, Benny berharap Pancasila dapat menjadi habituasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan bantuan abdi negara dan seluruh komponen masyarakat.

"Konteks kekinian dalam habituasi bukan menjadi doktrin dan hafalan tetapi jadi perilaku. Pancasila harus menjadi keutamaan baik kata dan tindakan khususnya para pembuat kebijakan publik dan seluruh elemen masyarakat," pungkasnya.

tag: #pendidikan  #asn  #pancasila  #bpip  #antonius-benny-susetyo  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
56 Tahun Telkom Indonesia
advertisement
Dompet Dhuafa x Teropong Senayan : Qurban
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Lainnya
Berita

Soal PP Statuta UI, Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham: Semua Pihak Harus Tenang dan Objektif

Oleh La Aswan
pada hari Sabtu, 24 Jul 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham Freddy Harris menduga ada permainan politik di balik isu rangkap jabatan Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro. Freddy ...
Berita

DPR Minta Aparat Polisi Selidiki Hilangnya Obat Terapi Covid-19

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sufmi Dasco Ahmad meminta polisi menyelidiki kosongnya obat-obatan terapi Covid-19. Hal tersebut disampaikan Dasco menanggapi ...