Oleh Givary Apriman pada hari Selasa, 24 Nov 2020 - 11:29:37 WIB
Bagikan Berita ini :

Baca Buku How Democracies Die, Pengamat Sebut Anies Berikan Kode Keras, Apa Itu?

tscom_news_photo_1606192133.jpg
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membaca buku How Democracies Die beberapa waktu lalu (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Pengamat Politik Jamiluddin Ritonga mengatakan kalau Gubernur DKI Jakarta Anies Bawesdan adalah aktor politik yang jeli mengkomunikasikan dirinya dari berbagai sisi.

Saat masyarakat cemas dengan dinamika demokrasi di negeri tercinta, Anies pun mempublikasikan foto dirinya sedang membaca buku berjudul How Democracies Die (Bagaimana Demokrasi Mati).

Menurut Jamiluddin, foto Anies itu sebenarnya tampak sederhana namun memancing perhatian banyak pihak.

"Namun karena pejabat di Indonesia jarang mempublikasikan foto dirinya sedang membaca buku, maka foto itu mendapat apresiasi dari masyarakat," kata Jamiluddin saat dikonfirmasi, Selasa (24/11/2020).

Selain sederhana, Jamiluddin menilai foto Anies juga memberikan sebuah kode keras dengan menekankan pejabat yang bukan birokrat.

"Anies ingin memberi pesan, pejabat itu harus terus menerus mengisi isi kepala dengan membaca," ujarnya.

Dalam konteks komunikasi politik, Pakar Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul menuturkan bila Anies tampaknya ingin mengubah citra pejabat yang selama ini kaku dan digambarkan tahu segala hal.

"Dengan membaca, gambaran sosok yang serba tahu akan pupus dengan sendirinya," tuturnya.

Namun dari semua itu, Dosen Isu dan Krisis Manajemen Universitas Esa Unggul memaparkan respon terbesar dari masyarakat disebabkan judul buku itu sesuai dengan persoalan yang menjadi kehawatiran sebagian besar masyarakat.

"Masyarakat menilai apa yang dirasakannya tentang demokrasi seolah dirasakan Anies," paparnya.

Jamiluddin menyebut bila di sini terjadi konvergensi antara Anies dan sebagian masyarakat dalam kegusaran dinamika demokrasi di Indonesia.

"Konvergensi ini menciptakan ikatan psikologis dan sosiologis masyarakat kepada Anies," tandasnya.

Ssbelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghebohkan jagat maya setelah mengunggah foto dirinya sedang duduk sambil membaca buku karangan Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt berjudul How Democracies Die.

Unggahan itu menuai komentar dan penafsiran politik beragam dari berbagai kalangan di jagat media sosial.

Anies mengunggah foto tersebut di sejumlah akun media sosialnya, antara lain Facebook dan Twitter. Foto itu memperlihatkan Anies dengan kemeja putih dan sarung, sedang duduk sambil serius membaca buku How Democracies Die.

Pada latar belakang foto itu tampak lemari kabinet yang memajang buku dan sejumlah ornamen, meja panjang yang menampilkan sejumlah foto, dan lukisan kaligrafi yang tergantung di tembok putih.

tag: #dki-jakarta  #anies-baswedan  #jakarta  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Ambroncius Nababan Akhirnya Minta Maaf kepada Pigai, Warga Papua, dan Jokowi

Oleh Rihad
pada hari Selasa, 26 Jan 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Setelah mendapat kecaman berbagai pihak, Ambroncius Nababan memberikan klarifikasi terkait dugaan postingan rasisme terhadap Natalius Pigai. Ia menyebut, postingannya kepada ...
Berita

Polisi Bilang Habib Rizieq Sehat, Pengacara Bilang Sakit Maag

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono menerangkan bahwa Rizieq Shihab masih berada di Rutan Bareskrim Polri dan kondisinya sehat ...