Berita
Oleh Rihad pada hari Monday, 14 Des 2020 - 07:38:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Polda Diminta Antisipasi Gerakan Massa Pasca Penahanan Habib Rizieq

tscom_news_photo_1607902704.jpeg
Kabaharkam Polri Komjen Agus Andrianto (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Sejumlah aksi protes terjadi menyusul Habib Rizieq Shihab ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polda Metro Jaya. Di antaranya pelemparan bom molotov di Polda Sulawesi Selatan, dan massa pendukung Rizieq menyerbu Polres Ciamis pada Minggu (13/12). Kabaharkam Polri Komjen Agus Andrianto meminta kepada seluruh kapolda untuk mengantisipasi hal tersebut.

Kapolri Jenderal Idham Azis telah mengeluarkan telegram khusus untuk peningkatan keamanan. “Sudah ada contoh beberapa kapolda dimutasi terjadi kerumunan yang mengabaikan protokol kesehatan, arahan Bapak Kapolri sudah jelas dan tentu saja para kapolda akan melaksanakan petunjuk dan arahan Bapak Kapolri,” kata Agus Andrianto, Minggu (13/12).

Jenderal bintang tiga itu menyoroti kerumunan yang terjadi di Polres Ciamis, hal tersebut dilakukan massa pendukung Rizieq yang meminta agar imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu dibebaskan.

“Menyampaikan pendapat dilakukan harus mematuhi protokol kesehatan mengingat pandemi Covid-19 di Indonesia sudah melampaui angka 6.000 yang terkonfirmasi positif per hari, yang meninggal sudah di atas 100 orang dalam beberapa hari berturut-turut,” lanjut mantan Kapolda Sumatera Utara itu.

Dia pun meminta para kapolda seluruh wilayah untuk lebih berani dalam mengambil tindakan, terlebih dalam kegiatan yang jelas-jelas melanggar hukum.

Datangi Polres Ciamis

Massa mendatangi Polres Ciamis untuk memprotes penahanan Rizieq Shihab di Polda Metro Jaya, Minggu (13/12). Mereka menyatakan kesiapan untuk menggantikan Rizieq di tahanan. "Kami datang ke Polres Ciamis untuk menyerahkan diri sebagai bukti tanggung jawab karena Rizieq Shihab diberikan pasal kerumunan. Sepulang dari tanah suci Makkah, kami hadir di Jakarta dan di Petamburan," kata Koordinator Massa Aksi, Wawan Malik Marwan, saat dihubungi awak media.

Rizieq kini telah ditahan di Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan pada kegiatan di Petamburan, Jakarta Pusat.

Wawan mengklaim bahwa kehadiran sejumlah massa di Polres Ciamis itu tidak berdasarkan undangan atau paksaan dari pihak manapun melainkan inisiatif sendiri. "Kami merasa berdosa dengan kedatangan kami ke Jakarta, maka dengan tanggung jawab kami siap dihukum gantikan Rizieq Shihab," jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi massa berakhir sore tadi sekitar pukul 16.15 WIB. Mereka membubarkan diri dengan menggunakan beberapa truk.

Wawan menyatakan pihaknya akan tetap melakukan aksi di Mapolres Ciamis hingga Rizieq dibebaskan. "Kalau ada luka Habib Rizieq, nyawa kami sudah diwakafkan bela ulama," ucapnya.

Sementara itu, Kapolres Ciamis Ajun Komisaris Besar Dony Eka Putra membenarkan ada sekitar 300 orang yang mendatangi Polres untuk protes terkait penahanan Rizieq. Namun pihaknya sudah menjelaskan bahwa perkara yang menjerat Rizieq itu ditangani di Polda Metro Jaya dan tidak ada sangkut paut dengan Polres Ciamis.

"Mereka menyampaikan aspirasi terkait penahanan Habib Rizieq dan kita jelaskan bahwa itu penanganannya kan di Polda Metro. Namun apa yang mereka sampaikan akan kita teruskan ke pimpinan," kata Dony.

Dony menuturkan para pendukung Rizieq tadi tiba di Polres Ciamis sekitar pukul 14.30 WIB dan diterima dengan baik. Ia juga mengklaim kondisi tetap kondusif.

Polda Metro Jaya sebelumnya menetapkan Rizieq Shihab bersama 5 orang lain sebagai tersangka kasus pelanggaran protokol kesehatan.

Rizieq mendatangi Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan pada Sabtu (12/12). Setelah diperiksa hampir 14 jam, Penyidik Polda Metro Jaya memutuskan menahan Rizieq selama 20 hari untuk kepentingan penyidikan di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya.

tag: #habib-rizieq  #polisi  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Banner Ramadhan Ir. Ali Wongso Sinaga
advertisement
Banner Ramadhan H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Dompet Dhuafa: Sedekah Yatim
advertisement
Banner Ramadhan Mohamad Hekal, MBA
advertisement
Banner Ramadhan Sartono Hutomo, SE, MM
advertisement
Dompet Dhuafa: Parsel Ramadan
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Fraksi Demokrat Harap Penggabungan Dua Kementerian Jauh Dari Intervensi Politik

Oleh Bachtiar
pada hari Selasa, 13 Apr 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Anwar Hafid berharap agar penggabungan Kemendikbud dengan Kemenristek dapat melahirkan kebijakan yang lebih produktif bagi dunia ...
Berita

DPR Harap Pembentukan Keminves Bisa Selesaikan Masalah Klasik Birokrasi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi XI DPR RI Ahmad Najib Qodratullah mengatakan, dengan terbentuknya Kementerian Investasi (Kemeinves) dapat menyelesaikan masalah klasik yakni persoalan ...