Zoom
Oleh Rihad pada hari Thursday, 24 Des 2020 - 20:37:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Janji-janji Pejabat Baru Usai Duduk di Kursi Menteri

tscom_news_photo_1608813436.jpeg
Pengumuman para menteri baru (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Presiden Jokowi resmi melantik enam menteri dan lima wakil menteri barunya hasil reshuffle kabinet di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (23/12). Enam menteri yang dilantik dan masuk ke Kabinet Indonesia Maju adalah Tri Rismaharini (Menteri Sosial), Sandiaga Uno (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), Budi Gunadi Sadikin (Menteri Kesehatan), Yaqut Cholil Qoumas (Menteri Agama), Wahyu Sakti Trenggono (Menteri Kelautan dan Perikanan), dan M Lutfi (Menteri Perdagangan).

Apa janji para Menteri tersebut usai duduk di kursinya?

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi

M Lutfi, mengakui kondisi perdagangan Indonesia tengah dalam keadaan sulit akibat pandemi COVID-19. Ia menilai saat ini situasi ekonomi dunia lemah dari segala aspek, mulai dari kesehatan, daya beli, hingga pengangguran.

“Oleh karena itu saya ingin memastikan barang Indonesia punya kesempatan yang baik dan memastikan barang Indonesia bisa diekspor dan kompetitif di pasar dunia,” ujar Lutfi.

Lutfi kemudian mengibaratkan menjadi Mendag seperti seorang wasit di ring tinju. Sehingga, ketika tidak berlaku adil, masyarakat yang ia analogikan sebagai penonton bakal mengetahui gelagatnya.

"Pembeli dan penjualnya adalah petinjunya dan rakyat Indonesia adalah penontonnya. Ketika wasit tidak melakukan sesuatu dengan hal yang semestinya dilakukan, penonton dan petinju-petinju ini akan melihat kecurangan ataupun kekurangan," tutup Lutfi.

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas

Gus Yaqut menegaskan ia adalah menteri semua agama. "Tidak ada perbedaan, tidak ada diskriminasi, semua agama ada di kementerian ini. Kita tunjukkan kepada publik, saya katakan kemarin di Istana Negara, dan tadi juga saya sampaikan bahwa presiden, saya hanya ingin menjadikan melalui Kementerian Agama ini saya ingin menjadikan agama ini sebagai inspirasi, bukan aspirasi," ungkap Gus Yaqut.

"Saya tidak ingin dari kementerian ini justru muncul sikap-sikap atau cara-cara yang diskriminatif antara satu dengan yang lain," imbuhnya.

Ia juga menekankan penolakannya agama dijadikan sumber konflik dan perpecahan. "Agama kita kembalikan fungsinya yang mendamaikan. Agama kita kembalikan fungsinya sebagai jalan untuk melakukan resolusi konflik semua persoalan," tuturnya.

Menteri Sosial, Tri Rismaharini

Risma mengingatkan bantuan apa pun yang diberikan Kemensos akan mendapatkan apresiasi dari masyarakat yang membutuhkan.

"Mungkin kita hanya sekadar menandatangani berita acara, bantuan, namun yang diberikan bantuan, mereka sangat luar biasa senangnya," ungkap Risma.

Risma meminta izin agar voorijder yang mengawalnya nanti untuk mengawalnya di belakang. Menurutnya, hal ini akan memudahkannya ketika sedang berkeliling.

"Saya ngomong nanti voorijder-nya di belakang. Kenapa? Soalnya saya kalau lihat sesuatu saya berhenti. Pernah di sini saya sampai muter 3 kali. Orang itu kenapa, ya, tidur dekat sampah. Muter sampai 3 kali aku enggak kuat, enggak bisa, aku turun. Kenapa? Ternyata dia kelaparan," tuturnya.

"Makanya nanti kalau voorijder-nya di depan saya berhenti ketinggalan voorijder-nya. Ini karena memang saya tidak mau berubah. Saya ingin tetap jadi Risma," imbuh dia.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin

Ia mengaku mendapatkan tugas berat untuk menangani pandemi COVID-19 secara tepat dan terukur.

"Agar semua murid bisa kembali ke sekolah, agar pengusaha UKM bisa kembali membuka tokonya, agar semua keluarga kita bisa kembali bersilaturahmi, dan agar seluruh masyarakat Indonesia bisa hidup normal kembali," tutur Budi.

"Saya percaya kalau kita bersatu bersama-sama dengan asosiasi, dengan Pemda, dengan seluruh komponen bangsa yang ada, kita bisa membantu sistem layanan kesehatan publik yang kuat dan siap mengatasi masalah SARS-CoV2 ini," ungkap dia.

Menparekraf, Sandiaga Uno

Sandiaga menyatakan inilah momen untuk bersatu dan memajukan negara di tengah pandemi COVID-19. "Memberi kontribusi terbaik, memberi sumbangsih pada bangsa dan negara, singkirkan kepentingan-kepentingan pribadi, politik, atau golongan," ujar Sandi.

Ia akan fokus memulihkan pariwisata akibat pandemi COVID-19, Sandi juga mengembangkan lima destinasi super prioritas. "Arahan Bapak Presiden dan Wakil Presiden, kita ingin garisbawahi. Kita harus cepat bergerak, saya dikasih waktu yang sangat singkat, satu tahun untuk beliau melihat kesiapan destinasi super prioritas yang lima tersebut," ungkap Sandi.

Sandi juga diminta Jokowi untuk membuat Calender of Event agar pariwisata Indonesia kembali bergeliat di tengah hantaman pandemi COVID-19."Kemudian juga Calender of Event, akan dibagi dari mingguan, mungkin harus tetap ada untuk menggeliatkan. Lalu, bulanan untuk middle term, dan ultra yang bertaraf dunia," jelas Sandi.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono

Ia mengungkapkan harus banyak belajar tentang laut. "Kita adalah negara kepulauan yang daratannya lebih sedikit dibanding kelautan," ujar Trenggono.

Ia memprioritaskan ekosistem laut. Di sisi lain, kelautan dan sektor perikanan dapat tetap bermanfaat bagi warga Indonesia.

"Memastikan keberlangsungan daripada ekosistem di kelautan bisa berjalan dan tidak rusak. Namun di sisi lain, dia (laut dan perikanan) juga harus bisa memberikan manfaat yang besar pada bangsa ini," ungkap dia.

tag: #reshuffle-kabinet  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
TStrending
#1
Berita

Seks Bebas di Kalangan Remaja Indonesia Kian Memprihatinkan

Oleh
pada hari Rabu, 31 Jan 2018
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane mengungkapkan, tingkat sadisme dan seks bebas di kalangan remaja Indonesia kian memprihatinkan. Hal ini, lanjut ...
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: I Nyoman Parta
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Adies Kadir
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Ali Wongso Sinaga
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Zoom Lainnya
Zoom

Mereka Yang Lawan Hasil Tes Wawasan Kebangsaan KPK

Oleh Rihad
pada hari Saturday, 15 Mei 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Tes Wawasan Kebangsaan yang dilaksanakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuai polemik karena bahannya yang sama sekali tidak berhubungan dengan pemberantasan korupsi. ...
Zoom

Kejanggalan Tes Wawasan Kebangsaan Menurut Novel

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Penyidik senior KPK, Novel Baswedan, menjelaskan keanehan dalam tes wawasan kebangsaan (TWK) yang dijalaninya. Diketahui 75 pegawai KPK tak lolos dalam TWK tersebut, yang ...