Berita
Oleh Rihad pada hari Friday, 25 Des 2020 - 14:03:00 WIB
Bagikan Berita ini :

HRS Hadapi Dua Kasus, Apa Beda Dakwaan Petamburan dan Megamendung?

tscom_news_photo_1608876193.jpg
HRS saat diperiksa kesehatannya oleh petugas (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Habib Rizieq Shihab (HRS) menghadapi dua dakwaan, pertama terkait kerumunan di Petamburan, Jakarta, dan kegiatan pengumpulan massa di Megamendung, Bogor. Dua kasus itu kini ditangani Bareskrim Polri

Bila diperhatikan, untuk kasus kerumunan di Megamendung, polisi menerapkan pasal sedikit berbeda dengan kasus kerumunan di Petamburan. Untuk di Megamendung, polisi menjerat Rizieq dengan Pasal 216 KUHP dan Pasal 93 UU No 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Pasal 216 KUHP Ayat (1) berbunyi: “(1) Barang siapa dengan sengaja tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan menurut undang-undang oleh pejabat yang tugasnya mengawasi sesuatu, atau oleh pejabat berdasarkan tugasnya, demikian pula yang diberi kuasa untuk mengusut atau memeriksa tindak pidana; demikian pula barang siapa dengan sengaja mencegah, menghalang-halangi atau menggagalkan tindakan guna menjalankan ketentuan undang- undang yang dilakukan oleh salah seorang pejabat tersebut, diancam dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak sembilan ribu rupiah.

Lalu Pasal 93 UU Kekarantinaan Kesehatan: Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah)

Sedangkan, untuk kasus kerumunan di Petamburan, Habib Rizieq dijerat dengan pasal 216 KUHP dan Pasal 160 KUHP.

Pasal 160 KUHP berbunyi: “Barang siapa di muka umum dengan lisan atau tulisan menghasut supaya melakukan perbuatan pidana, melakukan kekerasan terhadap penguasa umum atau tidak menuruti baik ketentuan undang-undang maupun perintah jabatan yang diberikan berdasar ketentuan undang-undang, diancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.”

Meski kasus sudah ditangani Bareskrim, Habib Rizieq tetap ditahan di rutan Polda Metro Jaya. Rizieq menempati ruang tahanan yang sama saat dirinya dipenjara pada 2008.

tag: #habib-rizieq  
Bagikan Berita ini :
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Ketum JMSI Buka Rakerda Pengda JMSI Aceh

Oleh Ariful Hakim
pada hari Senin, 12 Apr 2021
BANDAACEH (TEROPONGSENAYAN)-- Gubernur Aceh Nova Iriansyah yang diwakili Asisten Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Perekonomian, Keuangan dan Pembangunan Ir. Iskandar Syukri, MM, MT hadiri Rapat Kerja ...
Berita

Tol Japek II Elevated Diganti Nama Tol Layang Sheikh MBZ, Inilah Profilnya

Beredar kabar Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Elevated diganti nama  Tol Layang MBZ (Sheikh Mohamed Bin Zayeb). Di mana dalam rangka pergantian nama tersebut, akan dilakukan penutupan ...