Bisnis
Oleh Rihad pada hari Saturday, 26 Des 2020 - 07:33:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Pembangunan Tol Berlanjut, Rute Bandung-Yogya Dibangun Tahun Depan

tscom_news_photo_1608939370.png
Ilustrasi jalan tol (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Tol Bandung hingga Yogyakarta rencananya mulai dibangun tahun 2021. Salah satu ruas yang bakal digarap lebih dulu adalah Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap.

Kepala Bagian Umum Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Mahbullah Nurdin mengatakan, untuk ruas Gedebage hingga Cilacap saat ini masih dalam proses evaluasi oleh panitia lelang.

Kementerian PUPR menyatakan, tol Bandung-Yogyakarta memang menjadi salah satu proyek yang ditawarkan pemerintah ke badan usaha dalam program Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Tujuannya agar pembiayaan proyek ini tak ditanggung negara sebab dana dari APBN untuk sektor infrastruktur terbatas.

Adapun untuk ruas sisanya di Tol Bandung-Yogyakarta, yaitu Cilacap Yogyakarta, akan dilelang usai lelang di ruas Gedebage hingga Cilacap rampung. "Cilacap-Yogya masih belum ada agenda. Pastinya nunggu Bandung (Gedebage) - Tasikmalaya-Cilacap selesai," katanya.

Proyek Tol Bandung-Yogyakarta merupakan Proyek Atas Prakarsa Badan Usaha (Unsolicited Project) dengan Hak Menyamakan Penawaran (Right to Match). Ruas Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap tersebut juga menjadi jalan tol baru yang diajukan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Jika masuk ke dalam daftar PSN, proyek itu akan diprioritaskan dalam pembangunannya. Pun pembebasan lahannya juga akan ditanggung pemerintah.

Ditunda

Semula, Tol Bandung-Yogyakarta ditargetkan dibangun pada tahun 2020. Namun pada 2019, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR memutuskan untuk menunda pembangunan ruas tol tersebut.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR saat itu, Sugiyartanto, menyampaikan hal tersebut dilakukan karena memperhatikan adanya jalur jalan Pantai Selatan Jawa (Pansela) yang segera selesai.

Menurut dia jika akan dibangun tol, maka rutenya hanya akan menyambungkan Gedebage Bandung dengan Tasikmalaya terlebih dulu.

Proyek Tol Lain

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian menjelaskan bahwa saat ini terdapat 64 ruas tol yang masuk PSN. Hal ini sesuai dengan Perpres 56/2018 tentang Perubahan Kedua atas Perpres 3/2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan Surat Menko Bidang Perekonomian Republik Indonesia nomor IPW/65/M.EKON/03/2020 tanggal 18 Maret 2020 tentang Proyek Strategis Nasional.

Dari 64 ruas tersebut, 14 ruas sudah beroperasi penuh dan 10 ruas sudah beroperasi sebagian. Selanjutnya, 26 ruas sedang dalam konstruksi atau pengadaan lahan, 14 ruas masih pada tahap perencanaan, serta 1 ruas dicoret yakni Tol Palembang-Tanjung Api-api.

Ia menjelaskan bahwa sebenarnya Tol Palembang-Tanjung Api-api rencananya dibangun untuk menunjang Pelabuhan Samudera di Tanjung Api-api. Tol dan pelabuhan tersebut diproyeksikan terintegrasi dengan kawasan ekonomi khusus atau KEK.

"Kami memang sudah komunikasi dengan Kemenhub, kelihatannya rencana Pelabuhan Tanjung Api-api ini belum final, belum ada kejelasan kapan dibangun. Sehingga nanti tidak akan efektif, bangun tol tapi pelabuhannya tidak ada. Maka untuk sementara kita tunda dulu," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (20/10/20).

Apalagi, menurutnya investasi untuk tol itu cukup mahal dengan panjang ruas 60 km. Anggaran yang dibutuhkan yakni Rp 9 triliun yang sebagian besar konstruksi akan dibangun elevated atau layang. "Investasi sebesar itu makanya kita tunda dulu. Mungkin butuh investasi di atas Rp 9 triliun," ucapnya.

Adapun usulan tambahan 9 ruas tol untuk masuk PSN, terdiri dari 4 ruas penambahan lingkup PSN sebelumnya dan 5 ruas baru.

Ruas penambahan PSN sebelumnya yakni Tol Ngawi-Kertosono-Kediri, Tol Bogor Ring Road, Tol Depok-Antasari, dan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo.

Lima lainnya adalah ruas baru yakni Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap , Tol Akses Pelabuhan Patimban, Semarang Harbour Toll Road, Tol Maros-Sungguminasa-Takalar, dan Tol Samarinda-Bontang.

"Tambahan ruas baru ini memang karena beberapa ruas ini yang sudah masuk masterplan kita tapi memang baru diinisiasi kemarin-kemarin. Misalnya Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap, itu sudah lama direncanakan, tapi baru akan diinisiasi mungkin awal tahun depan. Sekarang baru lelang, kemudian tahun depan mungkin kita bisa mulai pengadaan tanahnya sehingga pertengahan tahun kita harapkan konstruksinya sudah bisa dimulai juga," katanya.

"Demikian juga dengan Solo- Yogyakarta- Kulon Progo. Jadi ini memang timing saja, baru berjalan maka baru sekarang kita masukkan," imbuhnya.

tag: #jalan-tol  #kota-bandung  #yogyakarta  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
56 Tahun Telkom Indonesia
advertisement
Dompet Dhuafa x Teropong Senayan : Qurban
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Tesla Memilih Australia untuk Pengadaan Nikel Bahan Baku Baterai

Oleh Wiranto
pada hari Friday, 30 Jul 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Produsen mobil listrik milik Elon Musk, Tesla Inc, meneken kerjasama pengadaan nikel untuk bahan baku baterai mobil listrik, dengan perusahaan tambang Australia, ...
Bisnis

Dirut BSI Raih Gelar Doktor dari Universitas Padjajaran

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk Hery Gunardi meraih gelar doktor pada Program Studi Doktor Ilmu Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas ...