Oleh Bachtiar pada hari Selasa, 05 Jan 2021 - 19:32:28 WIB
Bagikan Berita ini :

BPIP: Hadang Radikalisme dengan Aktualisasi Pancasila

tscom_news_photo_1609849948.jpg
Romo Benny, Stafsus Ketua Dewan Pengarah BPIP (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Seluruh komponen bangsa sepatutnya mencegah penyebaran paham radikal antipancasila. Sebab radikalisme sudah menyebar hampir ke berbagai sektor kehidupan kenegaraan. Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan IdeologiPancasila(BPIP) Antonius Benny Susetyo menyatakan radikalisme menganggap kebenaran itu absolut. “Radikalisme itu sudah sampai tahap lampu merah, sehingga kita perluwarningdan lakukan pencegahan. Radikalisme itu seolah-olah dirinya paling benar, dan yang lain salah. Di negara yang majemuk ini,enggakbisa seperti itu. Bahaya radikalisme itu adalah memanipulasi agama untuk kepentingan merebut kekuasaan sesaat,” kata Benny, Senin (5/1/2021). Menurutnya, kementerian/lembaga, dan pemerintah daerah (pemda) sepatutnya menelusuri rekam jejak aparatur masing-masing. Tujuannya agar tidak terkontaminasi paham radikalisme. Salah satu caranya, lanjut Benny, melalui rekam jejak digital. “Dari jejak digital itu orang bisa tahu bagaimana orang itu mendukung radikalisme atau tidak,” ujarnya. Selain itu, Benny menjelaskan keadilan sosial harus tercemin dalam politik, hukum, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan dan keamanan. "Keadilan butuh hukum yang mempunyai nilai-nilai yang berpihak keadilan harus tercermin dalam semua aspek termasuk keamanan," tegasnya Dia menambahkan anggota DPR, TNI dan Polri, serta lembaga strategis pun berkewajiban melakukan pencegahan radikalisme. Ditegaskan, seleksi ketat perlu dilakukan, dan tidak bergantung pada sumpah dan janji semata. “Untuk pejabat negara itu harus ada rekam jejak dan jejak digitalnya. Wajib menjadi prioritas utama,” imbuhnya. Akan tetapi, dia menyatakan hal terpenting lainnya yakni penegakan hukum. “Kalau hukum itu berlaku untuk semuanya, maka ujaran kebencian, intoleransi itu tidak bertumbuh berkembang. Dengan sendirinya radikalisme itu teratasi. Sumber dari segala hukum kan Pancasila. Pancasila harus menjadi pedoman hidup bagi semua warga negara,” tegasnya. Hal lain disampaikan adalah aktualisasi nilai Pancasila dalam sangat ampuh dalam memerangi paham radikalisme. "Aktualisasi Pancasila adalah cara untuk memerangi radikalisme khususnya nilai ketuhanan. Setiap orang menyakini Tuhan nya pasti akan mencinta sesama dan memperlakukan sesama sebagai saudara bukan menyakiti," tegasnya. Menurutnya sila pertama Ketuhanan yang maha esa dijadikan sila pertama karena membela kebenaran, keadilan, kejujuran. "Ketuhanan yang Maha Esa dijadikan sila pertama karena membela kebenaran, keadilan, kejujuran. Ini yang harus menjadi titik tolak dalam kehidupan. Selian itu, sejak lahir bangsa indonesia sudah terbiasa dan menjadi roh bagi bangsa Indonesia," ujar Benny.

tag: #bpip  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
56 Tahun Telkom Indonesia
advertisement
Dompet Dhuafa x Teropong Senayan : Qurban
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Lainnya
Berita

Polisi Sebut Informasi Seruan Aksi Jokowi End Game Adalah Hoax

Oleh La Aswan
pada hari Sabtu, 24 Jul 2021
  JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menegaskan, jajarannya tengah memburu pihak yang sengaja menyebarkan serta mengajak orang untuk melakukan aksi ...
Berita

Surtiah, Ibu yang Peluk Jazad Anaknya, Akhirnya Meninggal Karena Covid-19

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Surtiah (70 tahun), ibu yang peluk jasad anaknya, akhirnya meninggal dunia pada Sabtu (24/07/2021). Ia sempat menjalani isolasi mandiri, setelah diketahui positif COVID-19. ...