Oleh Bachtiar pada hari Selasa, 12 Jan 2021 - 17:37:46 WIB
Bagikan Berita ini :

20.000 Gerai Warteg Terancam Gulung Tikar, DPR: Negara Harus Hadir

tscom_news_photo_1610447866.jpg
Menu makanan Warteg (ilustrasi) (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi VI DPR RI I Nyoman Parta mengaku prihatin ketika mendengar kabar ribuan gerai warung makan dalam hal ini Warung Tegal (Warteg) terancam gulung tikar imbas Covid-19.

Hal ini menurutnya, perlu dipikirkan jalan keluarnya agar para pelaku UMKM tersebut dapat terselamatkan.

"Saya prihatin mendengar saudara-saudara kita para pelaku usaha Warteg terancam gulung tikar. Prihatin karena mereka tulang punggung bagi keluarganya. Tak hanya itu mereka juga berkontribusi banyak terhadap perekonomian negeri ini," lirih Politikus PDIP itu kepada wartawan, Selasa (12/01/2021).

Parta sapaan akrabnya menekankan agar pemerintah memikirkan hal ini.

"Saya harap ada intervensi nyata dari pemerintah guna membantu para pelaku UMKM ini. Pemerintah mesti hadir dan memikirkan formulasi yang terukur untuk menyelamatkan mereka," tandasnya.

Lebih lanjut Parta menyarankan agar gerai-gerai Warteg tersebut dilibatkan dalam penyediaan konsumsi bagi pasien-pasien Covid-19 yang tersebar disejumlah instansi, baik pemerintah maupun swasta. Hal ini sebagai salah satu solusi menyelamatkan mereka.

"Pemerintah mesti mengajak mereka untuk setidaknya memenuhi kebutuhan konsumsi bagi pasien-pasien Covid-19 disejumlah instansi. Upaya ini sebagai wujud bahwa negara hadir untuk menyelamatkan kondisi saudara-saudara kita yang tergabung dalam usaha Warteg," tandasnya.

Parta mengatakan, setidaknya Pemerintah dapat mengurangi potensi negatif jika menolong UMKM ini.

"Bayangkan dari 20.000 gerai Warteg tersebut jika dirata-ratakan mempekerjakan empat orang berarti ada potensi menambah angka pengangguran yang cukup signifikan seandainya mereka benar-benar gulung tikar. Saya harap ini mesti jadi perhatian serius semua pemangku kebijakan. Hal itu diperlukan sebagai wujud bahwa negara hadir ditengah rakyatnya dalam keadaan apapun," tegasnya.

Diketahui, Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara) mencatat ada 20.000 usaha Warteg di Jabodetabek yang berpotensi tutup operasional pada tahun ini.

"20.000 (Warteg) mau tutup di tahun ini karena tidak bisa memperpanjang kontrak sewa usaha, sekarang sudah 50%-nya. Mereka sudah hampir setahun dagangannya jauh dari harapan, sementara untuk memperpanjang kontrak mereka harus mengeluarkan modal investasi lagi," kata Mukroni kepada detikcom, Selasa (12/1/2021).

tag: #umkm  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Banner Ramadhan Ir. Ali Wongso Sinaga
advertisement
Banner Ramadhan H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Dompet Dhuafa: Sedekah Yatim
advertisement
Banner Ramadhan Mohamad Hekal, MBA
advertisement
Banner Ramadhan Sartono Hutomo, SE, MM
advertisement
Dompet Dhuafa: Parsel Ramadan
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Lainnya
Berita

Tak Sesuai Dengan Beberapa UU, TB Hasanuddin Desak Pemerintah Cabut PP 57/2021 Tentang SNP

Oleh Sahlan Ake
pada hari Jumat, 16 Apr 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin mengecam terbitnya Pemerintah (PP) No 57 Tahun 2021 Tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Dalam PP ini ...
Berita

Larangan Mudik, Doni Monardo: Jangan Ada Yang Keberatan Agar Tidak Menyesal

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Letjen TNI Dr. (H.C.) Doni Monardo tak hentinya mengingatkan kembali ...