Oleh Rihad pada hari Rabu, 13 Jan 2021 - 10:13:55 WIB
Bagikan Berita ini :

Habis Disuntik Vaksin, Jokowi: Tak Sakit Sama Sekali

tscom_news_photo_1610507635.png
Jokowi laksanakan vaksinasi (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Presiden Jokowi memenuhi janjinya untuk menerima suntikan dosis pertama vaksin Covid-19 CoronaVac buatan produsen Sinovac di Istana Kepresidenan pada Rabu (13/1) hari ini. Sebelum penyuntikan Jokowi tampak berkonsultasi mengenai kondisi kesehatannya secara umum. Tim dokter kepresidenan juga menunjukkan kotak vaksin bertulis Sinovac sebelum menyuntikkan vaksin ke Jokowi.

Penyuntikan vaksin dilakukan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Penyuntikan perdana terhadap Jokowi ini menandai program vaksinasi di Indonesia. Jokowi disuntik di bagian lengan kiri oleh dokter kepresidenan. Habis disuntik, dokter bertanya "Bagaimana rasanya?". Jokowi menjawab "Tidak terasa sama sekali." Setelah itu Jokowi diminta menunggu 30 menit untuk dipantau apakah ada efek samping atau tidak.

Usai Presiden, Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia Daeng Mohammad Faqih, mendapat suntikan vaksinasi di tempat yang sama.

Pada program vaksinasi Covid-19 tahap pertama ini pemerintah telah membuat daftar prioritas penerima vaksin. Kelompok prioritas pertama adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan, TNI/Polri, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lain.

Terkait pemberian vaksin ini, pemerintah juga menargetkan setidaknya 70 persen penduduk Indonesia atau sekitar 182 juta jiwa yang harus diberi vaksin. Ini agar terbentuk kekebalan populasi atau herd immunity.

Sebelumnya, BPOM telah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin Sinovac. BPOM menyebut vaksin Sinovac memiliki efikasi sebesar 65,3 persen.

Kepala BPOM Penny K. Lukito memastikan vaksin Covid-19 Sinovac aman digunakan. Menurutnya, efek samping yang ditimbulkan bersifat ringan hingga sedang.

Efek samping bersifat lokal di antaranya berupa nyeri, iritasi, pembengkakan. Sementara efek samping sistemik, berupa nyeri otot, fetik, dan demam.

Sedangkan frekuensi efek samping dengan derajat berat, sakit kepala, gangguan di kulit atau diare yang dilaporkan hanya 0,1 sampai dengan 1 persen. Efek samping tersebut bukan efek samping yang berbahaya dan dapat pulih kembali.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah mengeluarkan fatwa halal untuk penggunaan vaksin Sinovac.

Pemerintah melangsungkan vaksinasi perdana mulai 13 Januari, hari ini. Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan para pejabat lainnya menjadi klaster pertama yang disuntik vaksin Covid-19.

Tercatat, tingkat efikasi (keampuhan) dari vaksin Covid-19 buatan Sinovac sebesar 65,3 persen. Angka tersebut telah melebihi ambang batas minimal yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni sebesar 50 persen.

tag: #vaksin  #covid-19  #jokowi  
Bagikan Berita ini :
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Advertisement
TStrending
#1
Berita

Ilegal, Hinca Minta Polisi Bubarkan KLB

Oleh
pada hari Kamis, 04 Mar 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Hinca Panjaitan meminta, pihak kepolisian membubarkan acara kongres luar biasa (KLB).  Dikabarkan KLB akan dilaksanakan di ...
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Geram, Loyalis-loyalis AHY Sebut KLB di Sumut Abal-abal

Oleh Bachtiar
pada hari Jumat, 05 Mar 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Sejumlah loyalis Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menganggap upaya Gerakan Pengambilalihan Kepimpinan Partai Demokrat (GPK PD) dengan mekanisme Kongres Luar Biasa (KLB) yang ...
Berita

Ini Pendapat Pakar Komunikasi Soal Diksi Benci Produk Luar Negeri yang Dilontarkan Presiden

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Komunikolog Emrus Sihombing memandang, pernyataan Presiden Jokowi yang menggaungkan diksi benci produk luar negeri dapat dimaknai dari dua sisi.  Pertama, kata ...