Berita
Oleh Sahlan Ake pada hari Sunday, 17 Jan 2021 - 06:30:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Pemerintah Diminta Jangan Tebang Pilih dalam Menegakkan Protokoler Kesehatan

tscom_news_photo_1610817722.jpg
Syarief Hasan Wakil Ketua MPR (Sumber foto : Dokumen)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan, menyoroti efektifitas langkah Pemerintah dalam menangani Pandemi Covid-19. Pasalnya, jumlah kasus harian Covid-19 semakin besar dari hari ke hari dan belum ada potensi pelandaian kasus.

Menurutnya, kondisi ini memberikan indikasi kalau Pemerintah sungguh-sungguh harus lebih fokus memprioritaskan meningkatkan efektivitas kerja dalam menekan laju Pandemi Covid-19.

Memang, kasus harian positif Covid-19 di Indonesia kembali mencetak rekor tiga hari terakhir. Berdasarkan data dari Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 menunjukkan kenaikan kasus positif harian mencapai 12.818 kasus pada Jumat, (15/1/2021).

Angka ini adalah angka kasus harian tertinggi sejak Covid-19 masuk ke Indonesia pada awal Maret 2020, sehingga total kasus menjadi 882.418 kasus dan 25.484 diantaranya meninggal dunia.

Angka ini juga menempatkan Indonesia pada peringkat 3 (tiga) negara dengan kasus positif tertinggi di benua Asia. Jumlah kasus ini juga melampaui kasus positif di China yang merupakan pusat awal Pandemi Covid-19.

Berdasarkan data dari Worldometers, jumlah kasus positif Covid-19 di China hanya 87.844 kasus dengan rata-rata kasus harian sebulan terakhir di bawah 10 kasus.

“Pemerintah seharusnya mampu menekan laju penyebaran Pandemi Covid-19 di Indonesia dengan berbagai sumber daya yang dikelola oleh Pemerintah. Apalagi, Pemerintah juga telah dibekali dengan anggaran yang sangat besar untuk penanganan dan penekanan laju Pandemi Covid-19," ungkap Syarief Hasan.

Data dari World Healt Organization (WHO) pun menunjukkan bahwa positivity rate Indonesia semakin tinggi. Perlu diketahui, positive rate adalah persentase kasus positif dibanding total kasus yang diperiksa. Positivity rate di Indonesia sangat tinggi yaitu 25,07 persen melampaui jauh positivity rate aman yang ditetapkan WHO yakni di bawah 5 persen.

Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini pun mendorong Pemerintah untuk menyelesaikan persoalan dengan pendekatan penyelesaian dari hulu ke hilir.

“Lebih baik fokus dulu dalam menghambat laju penyebaran Covid-19. Sebab, kondisi ini akan terus berpengaruh terhadap ekonomi, sosial dan sektor lainnya jika hulu masalahnya tidak diselesaikan," ungkap Syarief Hasan.

Ia juga menekankan agar Pemerintah menunjukkan ketegasan dan tidak pandang bulu dalam implementasi protokoler kesehatan.

“Banyaknya kasus disebabkan oleh karena kurangnya kepatuhan terhadap protokoler kesehatan. Pemerintah harus mengembalikan kepercayaan masyarakat dengan bersikap tegas tidak pilih kasih dalam implementasi New Normal," tegas Syarief Hasan.

tag: #partai-demokrat  #mpr  #syarief-hasan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa x Teropong Senayan : Qurban
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Ditemukan Varian Baru Covid-19, Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Diminta Ditunda

Oleh Sahlan Ake
pada hari Minggu, 20 Jun 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Niatan untuk menggelar kembali pembelajaran secara tatap muka di sekolah diapresiasi oleh Wakil Ketua MPR Dr. H. Jazilul Fawaid.  “Meski kapasitas siswa yang ...
Berita

Kasus Positif di Yogya Semakin Serius, Ribuan Orang Dilarang Masuk Kawasan Wisata Bantul

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Ribuan wisatawan yang berniat berkunjung ke Bantul harus kecewa karena dipaksa putar balik oleh tim gabungan antara Satpol PP dengan Dinas Perhubungan TNI dan Polri yang ...