Oleh Bachtiar pada hari Minggu, 24 Jan 2021 - 18:41:13 WIB
Bagikan Berita ini :

Dorong Swasembada Pangan, Anggota DPR ini Ingatkan Pemerintah Tak Gunakan Kebijakan Instant

tscom_news_photo_1611488473.jpg
Abdul Wachid Politikus Gerindra (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Kalangan DPR RI meminta Pemerintah untuk tidak lagi menggunakan skema import dalam memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri. Pasalnya, skema import pangan hanya akan menguntungkan segelintir pihak atau kelompok tertentu saja.

"Mau sampai kapan negeri Gemah Ripah Loh Jinawi ini akan tergantung import pangan dari negara luar. Kurang apa kekayaan negeri ini, segala sumber daya alam melimpah ruah mulai dari energi matahari, air dan banyak lagi. Kan ironi kalau pada kenyataannya negeri potongan surga ini mesti tergantung pada negara lain dalam urusan pangan ini," lirih Abdul Wachid Anggota DPR RI dari fraksi partai Gerindra kepada wartawan, Minggu (24/01/2021).

Selama ini, lanjut Wachid, dengan adanya import pangan bukan berarti rakyat dibawah dapat terselesaikan segala persoalannya.

"Yang ada justru para elit dan segelintir pengusahalah yang menikmati keuntungan dari adanya kebijakan import pangan selama ini," sindir Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah (Jateng) ini.

Wachid yang kini duduk di Komisi VIII DPR ini menekankan agar Pemerintah kembali ke visi besar bangsa dan negara ini terkait pangan.

"Yaitu mendorong swasembada pangan secara komprehensif mulai kebijakan dari hulu sampai hilirnya dibuat secara benar. Jangan lagi ada kebijakan pangan yang bersifat sporadis, instant dalam artian selalu menggunakan kebijakan import ketika terjadi kelangkaan pangan," tandasnya.

Wachid mengaku prihatin ketika mendengar sejumlah bahan pangan mengalami kelangkaan dan harganya melonjak tinggi.

"Kemarin kita ramai soal kedelai, masa hanya kedelai saja kita mesti import, dulu eranya pak Harto gak terdengar itu yang namanya import kedelai, daging juga langka kemarin. Ini ada yang salah dalam tata kelola pangan kalau saya amati. Saya kira Pemerintah harus menyetop kebijakan import pangan kalau tidak maka itu hanya akan jadi bumerang di kemudian hari yang akan dirasakan generasi kita selanjutnya," tegas Wachid.

Wachid juga mengingatkan agar persoalan pangan dijadikan skala prioritas oleh pemerintah. Sebab, kata dia, pangan merupakan sumber utama pendukung kehidupan ini akan mengalami krisis dimasa depan jika tidak segera dilakuan antisipasi sejak dini.

"Badan pangan dunia (Food and Agriculture Organitation/FAO) bahkan sudah memprediksi bahwa persoalan pangan dalam 20 tahun ke depan akan jadi persoalan utama di dunia. Itu artinya kita sebagai negara yang berlimpah berbagai macam komoditas pangan mesti memikirkan ke depan mesti bagaimana menghadapi apa yang diingatkan FAO itu. Saya kira konsep swasembada pangan mesti jadi pilihan utama," pungkasnya.

tag: #pangan  
Bagikan Berita ini :
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Tim Pengurus PKPU PT GRP Akan Dilaporkan ke Bareskrim

Oleh Sahlan Ake
pada hari Sabtu, 27 Feb 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Pakar Hukum Pidana Prof Andi Hamzah mengatakan Polri tentunya harus memproses berbagai laporan masyarakat, apalagi menyangkut dugaan pemerasan yang dampaknya juga akan ...
Berita

Masuk Nominasi Terbaik Se-Indonesia, YLBH Bhakti Keadilan Terima Penghargaan dari Menkumham RI

JAKARTA(TEROPONGSENAYAN)-- Bantuan hukum bagi masyarakat miskin oleh Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Bhakti Keadilan (YLBH-BK) Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama 8 Organisasi Bantuan Hukum (OBH) ...