Oleh Bachtiar pada hari Senin, 25 Jan 2021 - 10:41:40 WIB
Bagikan Berita ini :

Pengamat ini Sarankan PDIP Untuk Non-aktifkan Kadernya yang Diisukan Dalam Kasus Bansos

tscom_news_photo_1611546100.jpg
Ujang Komarudin Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin memandang bahwa akan jauh lebih baik jika Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meminta kepada kadernya yang masih aktif bekerja di lembaga negara yang diisukan terkait kasus bansos, untuk fokus menyelesaikan persoalan itu.

Tak hanya meminta kadernya, Ujang juga menyarankan agar PDIP menjelaskan ke publik secara terbuka bahwa partainya tidak ada kaitannya dengan kasus bansos.

Demikian disampaikan Ujang saat menanggapi sejumlah kader PDIP seperti Herman Herry yang kini menjabat sebagai ketua komisi III DPR RI, Ihsan Yunus sebagai ketua komisi VIII DPR RI yang diisukan dengan kasus dugaan korupsi dana bansos yang menjerat eks Mensos Juliari Batubara.

"PDIP perlu menjelaskan agar tak ada tuduhan negatif ke PDIP. Demi menjaga marwah partai, mestinya di non aktifkan (kader PDIP yang diisukan terkait kasus bansos yang menjerat eks Mensos Juliari Batubara)" tandas Ujang kepada wartawan, Minggu (24/01/2021).

Adapun terkait kasus bansos itu sendiri, Ujang mengaku tidak terkejut dengan kasus-kasus korupsi semacam itu.

"Ini sudah bukan rahasia lagi. Sudah menjadi tabiat pejabat mengkorupsi dana bansos. Prinsipnya korupsi saja dana itu yang penting tak ketahuan. Jika ketahuan, itu resiko," kata Ujang.

Sebagai warga negara yang prihatin dengan kasus itu, Ujang berharap agar lembaga anti rasuah dapat menyelesaikan kasus tersebut hingga tuntas sampai ke akar-akarnya.

"KPK Profesional saja. Siapapun yang diduga terlibat ya harus diusut," tegasnya.

Jika berkaca pada kasus-kasus korupsi yang melibatkan lingkaran elit, Ujang mengaku pesimis kasus bansos yang menjerat eks Mensos Juliari Batubara itu bisa menjerat aktor-aktor lainnya.

"Sepertinya akan terputus hanya hingga Juliari. Banyak kasus-kasus korupsi yang tak tuntas dan tak bisa menyentuh ke pelaku paling atas. Atau tak bisa menyentuh yang kecipratan dana bansos di level paling tinggi. Harapannya KPK bisa mengusut kasus bansos hingga tuntas," pungkasnya.

tag: #bansos  
Bagikan Berita ini :
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Advertisement
TStrending
#1
Berita

Moge Ditendang Paspampres

Oleh
pada hari Jumat, 26 Feb 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Asisten Intelijen Paspampres Letkol Inf. Wisnu Herlambang membenarkan, video yang memperlihatkan anggota Paspampres menendang sejumlah pengendara motor gede (moge) saat ...
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Australia Menuju Kehidupan Normal Pra Pandemi COVID-19

Oleh Aditya AF
pada hari Sabtu, 27 Feb 2021
JAKARTA ( TEROPONG SENAYAN ) -- Kehidupan di seluruh Australia beringsut menuju normal pra-pandemi pada Sabtu (27/2/2021), dengan negara bagian New South Wales dan Australia Selatan mengizinkan ...
Berita

Sindir Soal Kerumunan, Netty: Pejabat Harus Kasih Teladan Bukan Lempar-lempar Barang

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher mengingatkan agar semua pihak tetap menjalankan protokol kesehatan dan tidak memicu kerumunan. Menurut Netty hal ini penting ...