Oleh Sahlan Ake pada hari Rabu, 27 Jan 2021 - 09:54:43 WIB
Bagikan Berita ini :

Politikus Demokrat Minta Masalah Kelangkaan Pupuk Segera Diselesaikan

tscom_news_photo_1611716083.jpg
Putu Supadma (Sumber foto : Dokumen)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Seringnya muncul permasalahan klasik yang dihadapi para petani menjadi perhatian anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Putu Supadma Rudana (PSR).

Dimana, pada saat musim tanam pupuk hilang dari pasaran, terlebih pupuk bersubsidi. Kalaupun ada petani harus membeli dengan harga yang cukup mahal.

Hal tersebut disampaikan PSR saat melakukan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke PT. Pupuk Indonesia, di Provinsi Banten, Selasa (26/1).

PSR menjelaskan, roadmap-nya harus dibuat sehingga proyeksi total kebutuhan yang 24 juta ton pupuk di Indonesia ini bisa terpenuhi. Untuk prognosa awal 2021, volume pupuk dari Pupuk Indonesia sebesar 15,47 juta ton dengan total penyaluran 13,49 juta ton (9,04 juta ton subsidi, 4,45 juta ton non-subsidi) sudah membuat petani kesusahan.

“Iya, roadmap nya harus dibuat, juga ke depan sistem pemasaran-nya. Klasik sekali ketika musim tanam pupuk langka, ketika panen harga jeblok. Jadi sistem dan roadmapnya Kemendag juga harus dibuat untuk petani kita. BUMN Holding pupuk ini yang harus menyiapkan sistem yang lebih komprehensif di bawah Kementerian BUMN,” ujar PSR.

PSR mendorong agar pemegang kebijakan duduk bersama, baik Kementan, Kemendag juga KemenBUMN melalui BUMN Holding Pupuk Indonesia agar dapat terpenuhinya pupuk non-subsidi kepada petani.

“Anggaran subsidi pupuk tahun 2021 baru mencapai 25,28 triliun atau setara kurang lebih 9 juta ton pupuk, sehingga Kementerian BUMN perlu mendorong Kementerian Keuangan agar segera memberikan tambahan anggaran subsidi untuk peningkatan pupuk subsidi kepada petani yang saat ini masih kurang atau desifit kurang lebih 10 juta ton pupuk,” tambah PSR.

PSR menambahkan, negara juga masih setengah-setengah dalam memberikan subsidi pupuk kepada para petani dengan jumlah yang terbatas. Untuk itu, ia meminta supaya dibuat mekanisme-nya agar dapat terpenuhi kebutuhan pupuk.

Disamping perhatikan juga kartu tani. Ini sistem baru yang tentu masih perlu ditinjau kembali karena pada akhirnya dapat berpengaruh pada kondisi kelangkaan pupuk.

tag: #partai-demokrat  
Bagikan Berita ini :
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Ketum DEIT , Annar Sampetoding:Penangkapan Nurdin Abdullah  Mencoreng Nama Baik Bugis – Makassar

Oleh Ariful Hakim
pada hari Minggu, 28 Feb 2021
JAKARTA(TEROPONGSENAYAN)--Penangkapan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) selain mengejutkan juga mencoreng nama baik warga Sulawesi Selatan. Demikian ...
Berita

Soal Investasi Miras, PKS : Kontradiktif dengan Visi SDM Jokowi

JAKARTA ( TEROPONG SENAYAN ) -- Politikus Partai Kesejahteraan Sosial (PKS), Mardani Ali Sera, meminta kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menerbitkan Peraturan Presiden mengenai izin ...