Oleh Bachtiar pada hari Sabtu, 13 Feb 2021 - 15:41:54 WIB
Bagikan Berita ini :

Anggota Komisi IV DPR Ini Sebut Kebijakan KKP Tak Sesuai Dengan Penentuan Skala Prioritas, Kebijakan Apa?

tscom_news_photo_1613205714.jpg
Bambang Purwanto Politikus Demokrat (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi IV DPR RI Bambang Purwanto menilai, penentuan prioritas anggaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), terutama Dirjen Perikanan Tangkap dan Perikanan Budidaya kurang berpihak pada kepentingan nelayan serta pembudidaya kecil. Hal itu tentu saja berbanding terbalik dengan arah Kebijakan Prioritas.

Selain itu, Legislator Asal daerah pemilihan Provinsi Kalimantan Tengah ini pun mempertanyakan urgensi kebijakan Dirjen Perikanan Tangkap terkait pengadaan kapal 30 Gros Ton (GT) untuk nelayan kecil. Sebab, kata Bambang, kebijakan tersebut tidak sesuai peruntukkannya seperti yang di atur dalam Undang-Undang.

"Menurut Undang-Undang No 7 tahun 2016, di katakan nelayan kecil itu adalah 3 GT sampai 10 GT, terus yang 30 GT untuk siapa?" tanya Bambang pada saat Rapat Kerja Komisi IV DPR RI dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan,di ruang rapat Komisi IV DPR beberapa waktu lalu.

Akan hal tersebut, Bambang pun mendorong agar peraturan Dirjen Perikanan Tangkap soal pengadaan kapal dengan bobot maksimal 30 GT ditinjau kembali.

"Alangkah baiknya ini di revisi, di alihkan ke Nelayan kecil yang sangat membutuhkan, tolong yang 30 GT di alihkan ke kapal ukuran 3 sampai 10 GT," harap Politikus Partai Demokrat itu.

"Kalau Nelayan besar cukup di berikan kemudahan ijin serta zona tangkap sudah mampu berkembang," sambungnya.

Sementara pada Ditjen Perikanan Budidaya, ungkap Bambang, ada anggaran yang sangat fantastis senilai Rp63 Milyar untuk mesin penyedot lumpur.

"Ini untuk siapa? lagi-lagi ini tentu kepentingan pembudidaya besar, coba digeser ke bioflok dapat banyak sehingga dapat membantu pembudidaya kecil yang sangat membutuhkan bantuan sesuai kebijakan Menteri yang sering disampaikan," tandasnya.

Selain itu, ungkapnya lagi, ada lagi alat mesin pakan 15 unit dg nilai 15 M.

"Ini untuk siapa harus jelas, padahal persoalan pakan yang mahal disebabkan bahan baku pakan sulit didapat mestinya Menteri fokus mencari solusi bahan pakan yang sulit, setelah itu baru di berikan mesin pakan, baru tepat," tegasnya.

Secara keseluruhan Bambang Purwanto mendukung program Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Menurutnya, di saat anggaran sangat terbatas kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan yang akan mendorong budidaya dan para nelayan sekaligus untuk ketahanan Pangan Nasional sangatlah tepat.

"Akan tetapi Kebijakan yang baik harus didukung dengan penentuan skala prioritas anggaran yang tepat, cermat dan cerdas sesuai arah Kebijakan tidak asal-asalan," pungkasnya.

tag: #nelayan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: I Nyoman Parta
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Adies Kadir
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Banner Idul Fitri 1442H: Ali Wongso Sinaga
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement